Beranda Opini Akademi Bela Negara: Ketika Goresan Tinta Menjelma Jadi Cinta

Akademi Bela Negara: Ketika Goresan Tinta Menjelma Jadi Cinta

13
0

Ditulis Oleh : Bachrudin Una

(Mahasiswa ABN Utusan Nasdem Gorontalo)

 

Foto : Dok.ABN

Setelah sekian lama tidak bersentuhan dengan pena, karena sudah bukan lagi berstatus mahasiswa akhirnya di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem semua di mulai kembali.

Akademi Bela Negara (ABN) merupakan sekolah partai yang didirikan oleh Partai NasDem, dan dirancang untuk menjadi mesin pencetak pemimpin terbaik di Indonesia. Impian dan cita-cita ABN yang lahir dari pemikiran Ketua Umum Partai NasDem, Bapak Surya Paloh Tokoh Restorasi kami sangatlah serius, dengan tidak sedikit mengorbankan segalanya hanya untuk mewujudkan pemimpin terbaik masa depan yang cinta tanah air dan berjiwa pancasila.

Untuk tercapainya impian tersebut, Akademi Bela Negara menekankan 3 Aspek dalam pembelajaran, yaitu:
– Aspek Keprilakuan
– Aspek Kebangsaan
– Aspek Kepartaian

Dari 3 aspek pembelajaran tersebut maka dirumuskanlah dalam 48 Mata Kuliah yang akan berlangsung selama 4 bulan kedepan.

Adapun Mata kuliah perdana yang telah berlangsung sepekan kemarin, yaitu:
– Penguatan Identitas Diri, oleh Bapak Unggul Haryanto Nur Utomo.
– Komunikasi Efektif, oleh Bapak Khoiruddin Bashori.
– Partai Politik Indonesia dan Dasar-Dasar Ilmu Politik, oleh Bapak Djayadi Hanan

Setiap selesai mata kuliah setiap mahasiswa di wajibkan menuliskan jurnal harian terkait mata kuliah tersebut, sehingga dari goresan-goresan tinta tersebut lahirlah benih-benih cinta. Cinta menulis, cinta membaca, cinta kebangsaan, cinta kedaulatan, cinta NKRI, cinta Pancasila, cinta partai politik dan cinta NasDem.

Seluruh cinta yang lahir dari aktifitas Akademi Bela Negara, kami wujudkan dengan bukti kebersamaan. Belajar bersama dan berjuang bersama untuk membela negara.

Sedikit goresan tinta ini merupakan bukti kecil, bahwa kami cinta pembelajaran di Akademi Bela Negara dan siap berproses, agar kelak menjadi pemimpin-pemimpin terbaik Republik Indonesia.

Terimakasih,
Salam Restorasi dari Anak Petani !!!

Bachrudin Una