Beranda Kota Gorontalo Balai Cagar : Penataan Tidak Sentuh Objek, Tapi Berdampak Pengrusakan

Balai Cagar : Penataan Tidak Sentuh Objek, Tapi Berdampak Pengrusakan

6
0

Kota Gorontalo, mimoza.tv – Polemik terkait penataan cagar budaya Benteng Otanaha terus bergulir. Pihak Balai menanggapi pernyataan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olah Raga Kota Gorontalo, yang mengatakan tidak ada pengrusakan di sekitar situs benteng.

Menurut Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo, Zakaria Kasimin, kondisi di situs cagar budaya Benteng Otanaha dan Ulupahu saat ini telah banyak berubah, dibanding tahun sebelumnya, dengan adanya penataan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Gorontalo.

Menurutnya, objek situs memang tidak disentuh oleh proyek penataan, akan tetapi dampak yang timbul yang dilakukan di sekitar benteng justru berdampak pada pengrusakan objek itu sendiri. “Kalau diperhatikan objek memang tidak mendapat sentuhan, tetapi yang namanya bangunan pasti ada halaman atau landscape. Penataan landscape yang dinaikan 10 sentimeter inilah yang berdampak pada cara pandang pengunjung ke benteng, yang terlihat semakin rendah dari tempat berpijak,” lanjutnya.

Zakaria juga mengatakan, perubahan pada landscape tersebut yang tidak diharapkan oleh pihak Balai Cagar, karena berdampak pada pengrusakan lingkungan situs.

Dia mengakui, memang sebelumnya sudah ada bebrapa kali koordinasi yang dilakukan antara pihak BPCB dan Dinas Pariwisata, terkait desain yang akan digunakan untuk menata Benteng Otanaha. Akan tetapi, ada beberapa bagian desain yang tidak disetujui oleh pihak BPCB, karena tidak menghasilkan penataan yang berwawasan pelestarian.

Dia juga menambahkan, sesuai peraturan Undang-Undang nomor 11 tahun 2010, terutama masalah revitalisasi pasal 80 dan 81 yang harus didahului dengan kajian. “Ternyata kajian yang dilakukan adalah kajian untuk tempat umum, bukan kajian amdal arkeologi. Bukan itu yang diamanatkan di Undang-undang nomor 11 tahun 2010,” tutupnya.

Zakaria menghimbau kepada pihak Dinas Pariwisata untuk segera membongkar hamparan beton, yang dibuat di sekitar halaman benteng. Jika hal ini tidak dilakukan, pihak BPCB mengancam tahun depan akan menarik juru pelihara kedua situs tersebut. (idj)