Beranda Hukum & Kriminal Kesal Diputuskan Cintanya, Seorang Pemuda Aniaya Sang (Mantan) Pacar

Kesal Diputuskan Cintanya, Seorang Pemuda Aniaya Sang (Mantan) Pacar

5
0

Kota Gorontalo, mimoza.tv – Marah karena diputuskan cintanya oleh sang pacar, seorang pemuda di Kota Gorontalo menganiaya mantan pacarnya hingga babak belur. Usai melakukan pemukulan, pemuda ini malah menangis saat diamankan, lantaran ketakutan dikepung warga yang nyaris menghakiminya.

Seorang pemuda berinisial “O” (22), warga Kelurahan Huwangobotu ini hanya bisa menangis, saat diamankan di salah satu rumah warga di jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo, Kamis malam (7/12/2017).

Tangis “O” pecah lantaran ketakutan melihat puluhan warga setempat yang marah, telah mengepung rumah dan hendak menghakiminya. Pemuda pengangguran ini diamankan, setelah sebelumnya telah menganiaya mantan pacarnya bernama Melinda Safitri ditengah jalan.

Aksi brutal pemuda ini pun membuat warga yang melihatnya kesal dan hendak menghajarnya, namun beruntung ada warga lainnya yang menyelamatkannya. Bahkan saat akan dievakuasi oleh anggota Polsek Kota Timur, pemuda ini masih tampak menangis dan enggan keluar rumah karena takut dihajar warga.

Meski demikian, polisi tetap membawanya keluar untuk selanjutnya dibawa dengan mobil patroli ke Polsek Kota Timur.

Menurut pengakuan korban, penganiayaan terjadi lantaran pelaku tidak mau hubungan asmara mereka yang sudah berlangsung lima bulan, diputuskan begitu saja. Pelaku semakin marah, ketika mengetahui korban sudah memiliki pacar baru.

“Saya dan pelaku memang sudah putus, tapi sampai saat ini dia belum bisa menerima keputusan saya. Bahkan dia (pelaku) sempat mendatangi tempat kerja pacar baru saya dan mengamuk disana,” kata Melinda.

Akibat penganiayaan ini, korban yang sempat pingsan dan mengalami luka dibagian mulut dan kepala bagian belakang. Kini kasus penganiayaan bermotif asmara ini sedang ditangani Polsek Kota Timur.

Sementara pelaku kini harus meringkuk didalam sel tahanan, untuk selanjutnya akan di proses sesuai hukum yang berlaku, yakni pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun penjara. (fwl)