Beranda Kabupaten Gorontalo Minim Guru, Siswa SD Di Sekolah Ini Tidak Pernah Laksanakan Upacara Bendera

Minim Guru, Siswa SD Di Sekolah Ini Tidak Pernah Laksanakan Upacara Bendera

12
0

Kab.Gorontalo, mimoza.tv – Puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri 4 Pulubala di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo tak pernah melaksanakan upacara bendera. Hal ini disebabkan minimnya guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Puluhan siswa di SDN 4 Pulubala yang ada di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo sangat antusias saat dilatih upacara bendera oleh Komunitas Sahabat Gorontalo dan Komunitas Sahabat Buku. Betapa tidak, pelaksanaan upacara bendera  di sekolah ini sangat jarang dilakukan, hal ini lantaran minimnya guru yang mengajar di sekolah tersebut.

“Antusias mengikuti dan melaksanakan upacara bendera ini tak hanya dirasakan oleh siswa, namun semangat belajar juga tepancar di wajah orang tua siswa saat latihan upacara dilaksanakan,” kata Alfin Ishak, Kepala Sekolah SDN 4 Pulubala.

Alfin menambahkan, di sekolah ini hanya terdapat satu orang guru dan 16 orang siswa, yang terdiri dari 1 orang di kelas satu, 4 orang di kelas dua, 4 orang di kelas empat, 4 orang di kelas lima dan kelas enam 3 orang murid. Sementara di kelas tiga tidak memiliki siswa.

Dalam proses belajar mengajarpun semua siswa disatukan dalam satu kelas untuk menerima materi, namun proses belajar mengajar di sekolah ini tak setiap hari dilaksanakan. Pasalnya, untuk menempuh perjalanan dari pemukiman warga ke sekolah ini, seorang guru harus menempuh jarak 10 kilo meter.

Selain jarak yang jauh, jalan menuju sekolah juga sangat menanjak dan penuh bebatuan. Sekolah yang didirikan pada tahun 2007 ini masih banyak memiliki kekurangan fasilitas belajar, seperti buku mata pelajaran dan juga fasilitas olah raga.

“Minimnya guru dan fasilitas belajar mengajar di sekolah ini, membuat Komunitas Sahabat Gorontalo dan Komunitas Sahabat Buku memberikan bantuan alat kelengkapan sekolah kepada siswa, serta mengabdikan diri untuk mengajar selama sehari,” kata Mahfud Toolinggo, Koordinator Komunitas Sahabat Gorontalo.

Siswa di sekolah ini berharap akan ada guru yang setiap hari untuk meberikan ilmu kepada mereka, seperti di sekolah sekolah lainnya. (fzl)