Beranda Fokus Pilkada Survei CRC : NKRI Berpeluang Menang (Lagi) di Pilkada Gorontalo

Survei CRC : NKRI Berpeluang Menang (Lagi) di Pilkada Gorontalo

7
0

060117-survey-nkri

Gorontalo, mimoza.tv – Celebes Research Centre (CRC) merilis hasil survei mereka atas preferensi pemilih pada Pilkada Provinsi Gorontalo, Jumat (6/1/2017), di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo. Dalam rilisnya, survei yang dilakukan sejak Maret – Desember 2016, CRC menyatakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Rusli Habibie – Idris Rahim, konsisten berada di posisi teratas.

Pada survei terakhir yang dilakukan pada media 15-23 Desember, dalam simulasi tiga pasangan calon, elektabilitas Rusli-Idris (NKRI) mencapai 67.7 persen. Meninggalkan jauh pasangan Hana Hasanah-Tony Junus (HATI) sebesar 11.5 persen dan pasangan Zainudin Hasan – Adhan Dambea (Zihad) sebesar 9.1 persen, dan yang belum menentukan sikap (undecided voters) tinggal 11.7 persen.

Direktur Riset CRC, Imam Sayoeti, mengatakan, survei ini mengambil sample 800 responden yang tersebar proposional di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Survei ini memakai metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan +/- 3.5% pada selang kepercayaan 95%.

“Survei CRC pada akhir Desember menunjukan bahwa pasangan petahana Rusli-Idris, masih unggul dengan selisih yang signifikan dari dua kompetitornya, pasangan Hana-Toni dan Zainudin-Adhan,” kata Imam Sayoeti, saat rilis hasil survei dan diskusi publik preferensi pemilih di Pilkada Provinsi Gorontalo, di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Jumat (6/1/2017).

Imam menjelaskan, pada pertanyaan spontan (Top of Mind), seandainya pilkada dilangsungkan saat survei digelar, angka elektabilitas Rusli Habibie mencapai 62,4 persen. Unggul jauh dari Hana Hasanah Fadel dengan elektabilitas 9,6 persen, Zainudin Hasan 4,3 persen, Adhan Dambea 2,5 persen dan Toni Yunus sebesar 0,4 persen. Serta 20,8% pemilih belum menentukan sikap (undecided voters).

“Jika dibandingkan dengan data Top of Mind pada bulan Maret dan Agustus, masing-masing calon relatif Gubernur mengalami peningkatan elektabilitas. Rusli meningkat 5 poin, dari 57 persen menjadi 62 persen. Hana meningkat 7 poin, dari 2,5 persen menjadi 7,6 persen, sementara Zainudin naik 2 poin,” jelasnya.

Terkait popularitas popularitas dan likeabilitas (kedikenalan dan kedisukaan), dapat dikatakan, tidak ada lagi problem popularitas pada para calon gubernur, karena semua sudah dikenal secara maksimal oleh hampir seluruh pemilih Gorontalo. Kedikenalan Rusli Habibie misalnya, telah mencapai 99 persen, Hana Hasanah 96 persen, Zainudin 89 persen.

Kemudian bicara jumlah pemilih-pemilih yang masih bisa berubah pilihan (swing voters) relatif kecil, dalam survei lembaga yang bermarkas di Makassar dan Jakarta ini, menunjukan, hanya tinggal 13,2 persen. Selebihnya 86,8 persen sudah relatif mantap dengan pilihannya.

“Dari ketiga pasangan calon, Rusli-Idris mempunyai strong suppoters (pendukung loyal) paling besar, yakni 87,6 persen. Disusul Hana-Toni (85,9 persen) dan Zainudin-Adhan (79,5 persen). Dengan konfigurasi strong suppoters seperti itu, maka peluang petahana untuk kembali terpilih terbuka lebar,” tuturnya.

Pada hasil survei CRC yang telah berpengalaman ini, dalam berbagai simulasi, data tiga kali tracking survei menunjukan bahwa pasangan petahana konstan pada angka elektabilitas di atas 60 persen, jauh mengungguli para pesaingnya. Data survei menunjukakan bahwa 72,2 persen publik Gorontalo puas dengan kinerja Rusli Habibie sebagai Gubernurnya. Hanya 17,6% yang menyatakan tidak puas.

Kemudian sebanyak 76 persen pemilih misalnya, menilai pelaksanaan pemerintahan Provinsi Gorontalo relatif baik. Demikian juga penilaian terhadap kondisi politik, dimana 74 persen menilai kondusif. Serta 93 persen pemilih juga menilai Gorontalo saat ini, semakin aman.
Sementara pada aspek ekonomi, 65 persen pemilih menilai kondisi perekonomian di Gorontalo juga semakin membaik.

Celebes Research Centre (CRC) adalah lembaga riset independen, berdomisili di Makassar dan Jakarta. Berpegalaman melakukan ratusan survei pilkada dan quickcount di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.