Beranda Kesehatan Menurut Penelitian, Inilah Efek Buruk Yang Dirasakan Tubuh Ketika Berbohong

Menurut Penelitian, Inilah Efek Buruk Yang Dirasakan Tubuh Ketika Berbohong

73
0


Gorontalo, mimoza.tv – Apapun alasannya, berbohong merupakan perbuatan yang buruk? Dan, tahukah kamu kalau berbohong, ternyata ada efek buruk bagi tubuh.

Jangan sering berbohong, nanti hidungmu bisa jadi panjang seperti Pinokio! Pernah dengan ucapan itu? Tapi bukan itu maksud kami mengenai efek yang timbul dari berbohong bagi tubuh. Karena Pinokio sejatinya hanya tokoh dongeng anak-anak saja. Tapi, memang ada efek buruk yang akan dialami oleh tubuh saat berbohong.

Ketika seseorang berbohong, tubuh akan melepas kortisol ke otak. Kortisol sendiri merupakan hormon yang menyediakan energi dan mengendalikan stress. Kortisol hanya akan dilepas ketika tubuh dalam stress baik fisik maupun emosional. Artinya, ketika kamu berbohong, tubuh akan merasa stress dan mengirim sinyal ke otak berupa hormon kortisol.

Setelah berbohong, otak akan kembali mengingat mana fakta-fakta yang benar dan mana yang berupa kebohongan. Artinya otak harus bekerja lebih keras. Dan saat kamu harus mengambil keputusan yang berkaitan dengan kebohongan itu, otak kembali harus mempertimbangkan hal yang seharusnya mudah jadi sulit karena mengulangi proses pemisahan antara fakta dan kebohongan. Ini terjadi dua hingga sepuluh menit setelah kebohonganmu terucap.

Tak cuma itu, selanjutnya kamu akan jadi takut ketahuan. Karena khawatir menutupi kebohongan itu dan mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa kamu berbohong kan gara-gara mereka, bukan salahmu. Keduanya sama-sama meningkatkan stress dan membuat kamu lebih emosional.

Apapun alasannya, kebenaran adalah fakta yang paling baik untuk didengar. Lagi pula, kamu harus berhati-hati jika sudah pernah berbohong, pasti akan kecanduan untuk berbohong lagi.*