Jumat, Maret 13, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Dari Balik Jeruji ke Dapur Perusahaan Tambang: Sayuran Segar Warga Binaan Lapas Pohuwato Diminati Industri

by Lukman Polimengo
Juli 25, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Pohuwato, mimoza.tv – Di tengah tembok tinggi dan jeruji besi Lapas Kelas IIB Pohuwato, benih harapan tumbuh subur. Tak sekadar menebus masa lalu, warga binaan di Lapas ini kini menanam masa depan lewat pertanian sayur organik—yang hasilnya justru dinikmati kalangan industri.

Bukan cerita biasa. Sayuran segar seperti kangkung, bayam, kacang panjang, hingga mentimun yang dipanen dari kebun Lapas, kini rutin dipasok ke salah satu perusahaan tambang emas di Kabupaten Pohuwato. Sebuah kolaborasi tak terduga antara dunia pemasyarakatan dan dunia industri.

“Saya ambil dari Lapas setiap tiga hari, bisa sampai 800 ikat sayur. Kualitasnya segar, bersih, dan sangat layak masuk dapur perusahaan,” ungkap Iyan Akase, salah satu penyuplai bahan pangan yang menggandeng Lapas Pohuwato, Jumat (25/7/2025).

Baca juga

Komisi I DPRD Kawal THR ASN Bone Bolango, Kaka Tia: Hak Pegawai Harus Cair Tepat Waktu

Bukber FAZNET – Mimoza Multimedia, Ustaz Azis Ajak Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Iyan mengaku, kerja sama ini sangat membantu usahanya. Selain lebih dekat secara geografis, konsistensi kualitas dan harga dari Lapas membuat rantai pasok lebih efisien.

“Saya tidak perlu keliling jauh lagi cari petani. Dari dalam Lapas saja sudah bisa bantu kebutuhan dapur industri. Ini luar biasa,” ujarnya.

Lebih dari sekadar transaksi, menurut Iyan, kegiatan ini membawa nilai kemanusiaan dan dampak sosial yang luas. “Kalau bisa, jangan cuma perusahaan tambang. Ke depan, kebun Lapas ini juga bisa jadi sumber sayuran untuk masyarakat umum,” harapnya.

Jeruji Tak Menghalangi Produktivitas

Kepala Lapas Pohuwato, Tristiantoro Adi Wibowo, menyebut program pertanian ini sebagai bentuk nyata pembinaan kemandirian warga binaan. “Mereka tidak hanya menjalani hukuman, tapi juga dilatih untuk menjadi manusia yang siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan nyata,” jelasnya.

Baginya, keberhasilan warga binaan dalam memasok sayuran ke industri adalah bukti bahwa masa depan tak harus suram, meski sementara terkungkung.

“Kita ingin tunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan tempat stagnasi, tapi bisa jadi lokomotif ketahanan pangan lokal,” kata Tristiantoro.

Pihaknya pun berharap, pasar untuk hasil pertanian warga binaan bisa terus diperluas. Tidak hanya untuk industri, tetapi juga untuk kebutuhan dapur rumah tangga di sekitar Lapas.

Dari Lahan Terbatas, Lahirlah Harapan Tak Terbatas

Di atas lahan terbatas dalam tembok pengawasan, semangat bertani para warga binaan justru tak terbatas. Setiap helai daun sayur yang tumbuh menjadi simbol pemulihan, harapan, dan integrasi.

Mereka yang dulu tersandung hukum kini perlahan kembali menanam harapan. Dari balik jeruji, mereka belajar bahwa kerja keras tetap berbuah hasil—dan bahwa masyarakat luar, termasuk korporasi, siap membuka pintu kerja sama untuk masa depan yang lebih baik. (rls/luk)

Berita Terkait

Ketua FKKS Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu.

Komisi I DPRD Kawal THR ASN Bone Bolango, Kaka Tia: Hak Pegawai Harus Cair Tepat Waktu

Maret 12, 2026

Bukber FAZNET – Mimoza Multimedia, Ustaz Azis Ajak Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Maret 11, 2026
Suasana launching LEBE GACOR, kolaborasi antara KPwBI Provinsi Gorontalo dengan BKKBN.

BI–BKKBN Luncurkan “LEBE GACOR”, Program Cegah Stunting Sekaligus Tanamkan Cinta Rupiah

Maret 11, 2026

Soroti Sampah di Bone Bolango, Kaka Tia: Bantuan TPS3R Jangan Sampai Jadi Pajangan

Nilai Sampah Kota Gorontalo 48,24: Belum Kotor-Kotor Amat, Tapi Belum Bisa Dibilang Bersih

Kejari Gorontalo: P-19 Itu Proses Biasa, Bukan Cerita Politik

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version