Gorontalo, mimoza.tv – Ribuan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (29/8/2025). Setelah berorasi di Bundaran Saronde, massa long march menuju Rumah Dinas (Rudis) Gubernur Gorontalo untuk mendesak dialog dengan pimpinan daerah.
Di sepanjang jalan, massa aksi mendapat sapaan hangat dari Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel. Namun, Adhan mengaku heran saat menerima informasi bahwa Gubernur Gusnar Ismail bersama Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, dikabarkan enggan menemui mahasiswa.
“Sebaiknya Pak Gubernur dan Ketua DPRD menerima para mahasiswa. Mereka itu rakyat kita, harus dihargai. Terima saja aspirasinya, kecuali kalau mereka sudah bertindak anarkis,” ujar Adhan sembari menyapa peserta aksi.
Adhan menegaskan, salah satu tuntutan mahasiswa yang berkaitan dengan isu efisiensi anggaran patut didengar serius. Ia bahkan menyinggung praktik penganggaran yang menurutnya sering tidak konsisten dengan kepentingan publik.
“Isu efisiensi itu hanya dijadikan alasan. Nyatanya, anggaran justru dipakai untuk beli mobil dinas dan kebutuhan birokrasi lain. Sementara RS Aloei Saboe saja masih banyak alasan. Komitmen Rp1,8 miliar pun masih ditahan-tahan. Jadi memang harus didemo ini Pak Gubernur,” sindirnya.
Adhan juga memperingatkan bahwa gelombang protes tidak akan berhenti di level mahasiswa. “Hari ini mahasiswa, besok bisa saja rakyat lebih banyak lagi yang turun,” tegasnya.
Dari pantauan wartawan mimoza.tv, massa aksi kini masih bertahan di Rudis Gubernur. Beberapa orator menyampaikan kekecewaan lantaran Gubernur Gusnar dikabarkan sedang berada di luar daerah. Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi, Thomas Mopili, sempat menemui massa, namun kehadiran itu belum meredakan tuntutan mahasiswa yang tetap meminta Gubernur hadir langsung.
Aksi mahasiswa ini merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa nasional yang dalam beberapa hari terakhir marak di berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, hingga Medan. Di Jakarta, ribuan mahasiswa memadati kawasan Senayan dan Istana Negara, menolak kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat, termasuk soal kenaikan gaji DPR dan penggunaan anggaran yang tidak berpihak pada masyarakat kecil.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Rudis Gubernur Gorontalo masih kondusif dengan kawalan aparat kepolisian, sementara mahasiswa terus berorasi menunggu respons Gubernur Gusnar Ismail.
Penulis: Lukman | Editor: Redaksi mimoza.tv