Bone Bolango, mimoza.tv — Pelaksanaan turnamen grasstrack yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Januari 2026 di Circuit Center Point Bone Bolango mulai menuai perhatian. Bukan soal balapan semata, melainkan dampaknya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
Abdul Kadir Koro meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Bone Bolango untuk tidak sekadar menjadi pemberi izin, tetapi hadir aktif mengatur dan melindungi aktivitas ekonomi masyarakat kecil di Center Point.
Menurutnya, kawasan ini bukan hanya ruang publik, tetapi juga denyut ekonomi warga yang setiap sore hingga malam hari dipenuhi pelaku UMKM.
Ia mengingatkan, meski arena balap berada di lahan kosong, jaraknya yang berdekatan dengan jalur pedestrian dan sentra UMKM menuntut pengelolaan yang lebih serius. Tanpa pengaturan matang, event berskala besar justru berpotensi menggerus penghasilan masyarakat kecil.
“Pemda harus hadir sejak awal, bukan hanya soal izin. Tapi bagaimana mengatur ruang, akses pengunjung, dan memastikan UMKM tidak kehilangan penghasilan selama kegiatan berlangsung,” ujar Abdul Kadir Koro.
Menurutnya, koordinasi antara Pemda, panitia penyelenggara, dan pelaku UMKM menjadi kunci agar event hiburan tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Pengaturan lalu lintas pengunjung, zonasi pedagang, hingga jaminan akses usaha dinilai perlu dirumuskan secara terbuka.
Abdul Kadir Koro berharap, turnamen grasstrack ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga momentum evaluasi bagi Pemda Bone Bolango dalam mengelola ruang publik secara adil dan berpihak. Dengan begitu, kegiatan hiburan dan ekonomi rakyat dapat berjalan berdampingan tanpa saling mengorbankan.(rls/luk)



