Senin, Januari 26, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Kasus Kekerasan Seksual di Serambi Madinah Meningkat, Ancaman Terhadap Anak Menguat di Gorontalo

by Lukman Polimengo
Januari 26, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Lukman Polimengo.

Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Lukman Polimengo.

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv — Kasus kekerasan seksual dan pelanggaran terhadap perlindungan anak di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, mengundang keprihatinan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Data resmi dari Bidang Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Gorontalo mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, terdapat 26 kasus pelanggaran perlindungan anak, dengan 6 kasus kekerasan seksual di antaranya. Pada tahun 2025, angka itu melonjak menjadi 39 kasus perlindungan anak, termasuk 10 kasus kekerasan seksual. Di awal Januari 2026, tercatat sudah 2 kasus perlindungan anak yang ditangani.

Peningkatan ini, meskipun tampak pada angka absolut yang relatif kecil dibandingkan provinsi lain di Indonesia, memiliki makna serius: tidak hanya jumlah laporan yang bertambah, tetapi proporsi kasus kekerasan seksual terhadap keseluruhan pelanggaran anak juga meningkat, dari sekitar 23 persen pada 2024 menjadi sekitar 26 persen pada 2025.

Baca juga

Oppo Reno 15 Series Masuk Indonesia, Diluncurkan di Momentum Hari Patriotik

Karang Taruna Dutohe Barat Matangkan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H

Mengutip beberapa sumber, liputan media lokal dan penelitian akademik menunjukkan bahwa fenomena ini tidak terjadi secara acak, melainkan berkaitan dengan sejumlah faktor yang saling terkait:

1. Peningkatan Pelaporan dan Kesadaran

Meningkatnya angka kasus bukan semata karena lebih banyak perbuatan kriminal terjadi, tetapi juga karena terdapat kesadaran lebih tinggi dalam pelaporan dan proteksi hukum terhadap korban. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gorontalo Utara mengakui bahwa edukasi dan sosialisasi telah mendorong lebih banyak keluarga untuk melaporkan kasus yang dulu dibiarkan tertutup.

2. Peran Pelaku yang Dekat dengan Korban

Kasus yang terungkap di Gorontalo menunjukkan bahwa banyak pelaku adalah orang terdekat korban, termasuk anggota keluarga sendiri. Kasus kekerasan ayah terhadap anak kandung yang dilimpahkan ke kejaksaan atau ditangkap pihak kepolisian menjadi contoh tragis dari pola ini.

3. Media Sosial dan Paparan Digital

Kekerasan seksual juga dipicu oleh penggunaan media sosial yang tidak terkendali di kalangan anak dan remaja. Dinas PPPA Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa lonjakan kasus di berbagai kabupaten berkaitan erat dengan aktivitas digital yang tidak disertai pemahaman literasi digital dan pengawasan orang tua.

4. Hambatan dalam Perlindungan Hukum

Penelitian akademik lokal menyoroti faktor internal dan eksternal yang menghambat efektivitas perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual di Gorontalo, termasuk dukungan keluarga yang masih lemah, keterbatasan fasilitas pemulihan, hingga pemahaman masyarakat terhadap hak-hak korban.

Respons Aparat dan Langkah Penanganan

Penegak hukum di Gorontalo telah menetapkan puluhan tersangka kasus kekerasan seksual anak, termasuk penangkapan dan penahanan sejumlah pelaku dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara untuk pelanggaran terhadap hukum perlindungan anak.

Dinas PPPA, bersama DPRD setempat, menegaskan bahwa upaya penanganan harus diprioritaskan melalui pendampingan psikososial, koordinasi lintas sektor, dan alokasi anggaran yang memadai untuk mengatasi kebutuhan perlindungan terhadap korban.

Menggugat Sistem Perlindungan Anak

Sekalipun ada langkah penanganan, data yang meningkat ini memunculkan sejumlah pertanyaan kritis bagi pemerintah dan masyarakat luas:

Apakah sistem pencegahan telah cukup kuat? Banyak kasus baru terungkap setelah trauma dialami anak dan keluarga merasa telah mencapai titik kritis.

Bagaimana peran keluarga dan masyarakat dalam deteksi dini? Banyak kasus justru dipicu oleh lingkungan domestik yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak.

Apakah ada sistem literasi digital yang memadai untuk anak dan orang tua? Tanpa landasan pemahaman ini, anak-anak semakin rentan terhadap eksploitasi dan hubungan kekuasaan yang tidak sehat.

Angka pengaduan yang meningkat di Gorontalo bukan sekadar refleksi statistik — ia menunjuk pada masalah struktural yang mesti segera diluruskan: pendidikan, pengasuhan, literasi digital, penguatan hukum, dan dukungan psikososial harus berjalan secara simultan. Tanpa itu, kenaikan angka bukan hanya menjadi berita, tetapi preseden buruk yang bisa berulang di masa depan.

Penulis: Lukman.

Berita Terkait

Oplus_131072

Oppo Reno 15 Series Masuk Indonesia, Diluncurkan di Momentum Hari Patriotik

Januari 26, 2026
Oplus_131072

Karang Taruna Dutohe Barat Matangkan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H

Januari 26, 2026
Salah satu crosser yang tampil dalan ajang Open Tournament Grasstrack Motocross 2026. Foto: Lukman/mimoza.tv.

Sirkuit Center Point Bone Bolango Membara, Crosser Papan Atas Adu Taji di Grasstrack Motocross Hari Patriotik

Januari 25, 2026

Berlangsung Senyap, Eksekusi Hamim Luput dari Pantauan Media

Alih-alih Berduka, Warga Pati Rayakan Penetapan Bupati sebagai Tersangka dengan Pesta Kembang Api

LBH Pers Catat 96 Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Sepanjang 2025

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version