Gorontalo, mimoza.tv — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Gorontalo menegaskan komitmen memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan akselerasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar di Ballroom Saronde, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Rabu (4/2/2026).
Forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang inklusif dan berkelanjutan.
HLM dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim mewakili Gubernur Gorontalo, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo Adnan Wimbyarto, Kepala BPS Provinsi Gorontalo Watekhi, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana yang menyampaikan keynote speech pembuka.
Inflasi Terkendali, Gorontalo Raih Apresiasi Nasional
Kinerja pengendalian inflasi Gorontalo sepanjang 2025 dinilai solid. Inflasi tercatat sebesar 2,52 persen (year on year), relatif rendah dan berada dalam rentang sasaran nasional. Capaian ini mengantarkan Provinsi Gorontalo meraih penghargaan runner-up TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025. Prestasi serupa juga diraih Kota Gorontalo sebagai runner-up TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik.
Meski demikian, forum menekankan perlunya penguatan mitigasi terhadap potensi lonjakan harga komoditas pangan strategis. Hilirisasi pangan dinilai krusial, khususnya untuk komoditas beras, cabai rawit, bawang merah, perikanan, serta jagung sebagai bahan pakan ternak. Pengembangan komoditas ini diarahkan selaras dengan agenda nasional swasembada pangan, penguatan desa, koperasi merah putih, dan UMKM.
Pendekatan pengendalian inflasi terintegrasi—dari hulu hingga hilir berbasis komoditas—ditargetkan mampu menjaga inflasi pada level 2,5 persen ±1 persen, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memastikan ketersediaan pasokan lintas waktu dan wilayah.
Digitalisasi Transaksi untuk PAD yang Lebih Akuntabel
Selain isu harga, HLM juga menegaskan urgensi percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga dalam TP2DD didorong memperluas implementasi ETPD guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara transparan dan akuntabel, sekaligus memperluas kanal pembayaran non-tunai.
Digitalisasi diyakini bukan sekadar efisiensi administratif, melainkan instrumen penting memperkuat kualitas belanja daerah dan layanan publik.
Inovasi 2026 Bidik Prestasi TP2DD
Menghadapi tantangan 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menyiapkan sejumlah program inovasi untuk mempercepat P2DD dan mengincar prestasi Championship TP2DD. Program tersebut antara lain:
- SHERLYGO!, perlombaan program unggulan TP2DD antar pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan pajak dan retribusi daerah melalui kanal non-tunai.
- BENTOR, kegiatan blusukan implementasi guna memastikan program unggulan berjalan efektif dan konsisten.
- SARONDE, silaturahmi bulanan TP2DD yang disinergikan dengan HLM dan capacity building sebagai penguatan koordinasi.
- PARISGO, kompetisi antar daerah untuk mendorong penggunaan QRIS dalam penerimaan PDRD.
Menjaga Harga, Menguatkan Ekonomi Daerah
Melalui HLM ini, seluruh pemangku kepentingan menyepakati langkah bersama menjaga inflasi tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, sekaligus mempercepat transformasi digital transaksi pemerintah daerah.
Sinergi TPID dan TP2DD diharapkan menjadi penopang utama stabilitas dan ketahanan ekonomi Gorontalo—tidak hanya responsif terhadap tekanan jangka pendek, tetapi juga adaptif menghadapi dinamika ekonomi ke depan. (rls/luk)



