Gorontalo, mimoza.tv – Perekonomian Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, ekonomi daerah ini tumbuh 5,71 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,13 persen.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, S.Si, menyampaikan bahwa kinerja ekonomi tersebut tercermin dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp58.977,51 miliar, dengan PDRB per kapita sebesar Rp47,48 juta atau setara US$2.881,80.
“Pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada 2025 mengalami akselerasi dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor berjalan cukup dinamis,” ujar Wathekhi saat merilis data pertumbuhan ekonomi di Ruang Vicon BPS Gorontalo, Kamis (5/2/2026).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 16,36 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 9,10 persen.
Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Gorontalo pada triwulan IV-2025 tumbuh 6,12 persen dibandingkan triwulan IV-2024. Industri pengolahan kembali menjadi sektor dengan kinerja paling menonjol, tumbuh 24,80 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh signifikan hingga 18,20 persen.
“Pertumbuhan tahunan pada triwulan IV menunjukkan peran kuat sektor industri dan ekspor dalam menopang perekonomian daerah,” jelas Wathekhi.
Sementara itu, secara kuartalan (quarter-to-quarter), ekonomi Gorontalo pada triwulan IV-2025 tumbuh 1,53 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,49 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh paling tinggi, mencapai 33,54 persen.
BPS menilai, capaian ini mencerminkan kombinasi peran sektor riil, aktivitas ekspor, serta belanja pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Gorontalo sepanjang 2025.
Penulis: Lukman



