Gorontalo, mimoza.tv – Menjelang 1 Ramadan 1447 Hijriah, harga cabai merah di sejumlah pasar di Gorontalo mulai merangkak naik. Per Senin (16/2/2026), harga cabai merah tercatat Rp60.000 per kilogram, meningkat dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran. Menurutnya, stabilitas harga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
“Tadi disampaikan kepada kami agar jangan sampai ada penimbunan, sehingga masyarakat tidak kebagian dan harga menjadi tinggi serta merugikan daerah,” ujar Idah Syahidah saat mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Rabu (11/2/2026) pekan lalu.
Ia menilai kenaikan harga cabai bukan fenomena musiman semata. Tingginya konsumsi masyarakat Gorontalo terhadap komoditas tersebut turut memengaruhi dinamika harga.
“Konsumsi cabai masyarakat Gorontalo ini luar biasa. Ini mungkin tidak jadi masalah bagi yang memang setiap hari mengonsumsi cabai, tetapi dampaknya terasa pada inflasi,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Program penanaman cabai, kata dia, telah lama digalakkan oleh berbagai pihak, termasuk dinas terkait, PKK, dan Dharma Wanita.
“Sudah sejak lama ada gerakan menanam di pekarangan sendiri. Bahkan sebelumnya Pemprov dan Bank Indonesia sudah menyalurkan ribuan bibit cabai kepada masyarakat. Kembali lagi ke masyarakat, dipelihara atau tidak,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, menyampaikan bahwa secara umum stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Ramadan di Gorontalo masih dalam kondisi terkendali.
Hal itu disampaikan Ciptoning saat mendampingi kunjungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan ke Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (13/2/2026) pekan lalu.
“Kondisi pasar menunjukkan stabilitas yang cukup baik menjelang puncak kebutuhan masyarakat saat Lebaran. Ketersediaan sejumlah komoditas pangan utama dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ciptoning, dikutip mimoza.tv dari Gopos.id.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa komoditas cabai tetap menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi daerah, mengingat secara historis rentan mengalami lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kenaikan harga di tingkat pasar,” katanya.
Pemerintah daerah dan Bank Indonesia berharap kolaborasi antara otoritas dan masyarakat dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama Ramadan hingga Idulfitri.
Penulis: Lukman



