MANADO, mimoza.tv – Nama kapal induk Amerika Serikat USS George Washington (CVN-73) kembali menjadi sorotan dunia setelah dilaporkan masuk dalam daftar target rudal Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Namun bagi masyarakat Sulawesi Utara, kapal perang raksasa itu bukanlah nama yang asing. Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut pernah singgah dan menjadi pusat perhatian publik saat perhelatan maritim internasional Sail Bunaken 2009 di Teluk Manado.
Pada 19 Agustus 2009, kapal perang sepanjang lebih dari 330 meter itu berlabuh di perairan Manado dan ikut memeriahkan parade kapal perang internasional atau Fleet Review. Kehadirannya menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Sail Bunaken yang berlangsung pada 12–20 Agustus 2009.
Saat itu, ribuan warga memadati kawasan pesisir Teluk Manado untuk menyaksikan dari dekat kapal induk terbesar yang pernah datang ke wilayah tersebut.
Atraksi Udara dan Parade Kapal Perang
Selain mengikuti parade kapal perang, USS George Washington juga menampilkan atraksi Sailing & Flying Pass, di mana sejumlah pesawat tempur yang berbasis di kapal induk itu melakukan manuver udara di atas Teluk Manado.
Pemandangan jet tempur melintas rendah di atas laut menjadi tontonan spektakuler yang jarang terjadi di wilayah Indonesia timur.
Kehadiran kapal induk Amerika tersebut juga menandai salah satu momen diplomasi maritim terbesar di Sulawesi Utara kala itu.
Selain Amerika Serikat, sejumlah negara juga mengirimkan kapal perang mereka dalam perhelatan tersebut, antara lain Inggris, Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Filipina.
Raksasa Laut Bertenaga Nuklir
USS George Washington bukan kapal perang biasa. Kapal induk kelas Nimitz ini merupakan salah satu tulang punggung kekuatan proyeksi militer Amerika Serikat di berbagai kawasan dunia.
Beberapa spesifikasi utamanya antara lain:
- Panjang: sekitar 333 meter
- Bobot penuh: sekitar 97.000 ton
- Tenaga: dua reaktor nuklir yang mampu membuat kapal beroperasi lebih dari 20 tahun tanpa pengisian bahan bakar
- Kru: sekitar 5.000 personel termasuk awak kapal dan skuadron udara
- Kapasitas pesawat: sekitar 70–90 unit pesawat tempur dan helikopter
Kapal induk ini dapat membawa berbagai jenis pesawat tempur seperti F/A-18 Super Hornet, pesawat peringatan dini E-2 Hawkeye, hingga helikopter anti-kapal selam.
Dengan kemampuan tersebut, satu kapal induk seperti USS George Washington pada dasarnya berfungsi sebagai pangkalan udara terapung yang mampu melakukan operasi militer jarak jauh tanpa bergantung pada pangkalan darat.
Sail Bunaken, Diplomasi Maritim Indonesia
Sementara itu, Sail Bunaken 2009 merupakan salah satu event maritim internasional terbesar yang pernah digelar di Sulawesi Utara.
Kegiatan ini dirancang sebagai ajang promosi wisata bahari Indonesia sekaligus diplomasi maritim yang melibatkan puluhan kapal layar dan kapal perang dari berbagai negara.
Acara puncaknya digelar di Teluk Manado dengan menghadirkan parade kapal perang internasional, atraksi udara, hingga kegiatan budaya dan pariwisata.
Pada masa itu, Sail Bunaken sukses mengangkat kembali nama Taman Nasional Bunaken sebagai salah satu destinasi selam terbaik dunia.
Dari Panggung Diplomasi ke Sorotan Geopolitik
Kini, lebih dari satu dekade setelah kunjungan spektakulernya ke Manado, USS George Washington kembali menjadi bagian dari percaturan geopolitik global.
Jika pada 2009 kapal ini hadir sebagai simbol persahabatan maritim dan diplomasi internasional, situasi hari ini memperlihatkan wajah lain dari kekuatan militer di lautan.
Penulis: Lukman.



