Gorontalo, mimoza.tv — Pergerakan arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah melalui Pelabuhan Penyeberangan Ferry Gorontalo diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin (30/3/2026). Namun, hingga saat ini, jumlah penumpang masih terpantau dalam kondisi normal.
Kepala Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Deni Abdul, menyampaikan bahwa pergerakan penumpang belum melampaui angka tertinggi saat arus mudik sebelumnya.
“Sejauh ini masih dalam kategori normal. Puncak arus mudik kemarin tercatat sekitar 347 penumpang, dan sampai sekarang belum ada yang melebihi angka tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tren pergerakan penumpang saat ini masih didominasi oleh kedatangan menuju Gorontalo. Sementara itu, peningkatan arus balik diperkirakan terjadi menjelang berakhirnya masa posko Lebaran.
“Perkiraan kami, arus balik akan terjadi pada 28 hingga 30 Maret. Pada rentang waktu tersebut kemungkinan terjadi peningkatan,” tambahnya.
Meski terdapat potensi peningkatan jumlah penumpang, pihak pengelola pelabuhan belum melakukan penambahan armada kapal. Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan frekuensi perjalanan (trip) untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa.
Selain itu, koordinasi dengan otoritas cuaca dan operator di wilayah Sulawesi Tengah terus dilakukan guna memastikan keselamatan pelayaran. Hingga kini, belum terdapat laporan keluhan dari penumpang terkait pelayanan maupun penanganan barang.
Di sisi lain, volume kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, mengalami peningkatan. Untuk menjaga kelancaran operasional di area dermaga, dilakukan pembatasan terhadap kendaraan logistik berukuran besar.
Pelayanan arus mudik dan balik juga didukung oleh posko terpadu yang beroperasi hingga 30 Maret 2026. Petugas disiagakan untuk memberikan informasi dan bantuan kepada penumpang apabila diperlukan.
Sebagai informasi, Pelabuhan Penyeberangan Ferry Gorontalo yang berada di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, merupakan salah satu jalur penghubung antara Gorontalo dan wilayah Sulawesi Tengah, seperti Wakai, Ampana, dan Pagimana.
Penulis: Lukman



