GORONTALO, mimoza.tv — BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo mengapresiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama enam pemerintah kabupaten/kota atas capaian Universal Health Coverage (UHC) kategori Utama tahun 2026.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo, Try Mayudin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diraih pada Januari 2026, setelah tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah ini mencapai kisaran 95 hingga 98 persen, melampaui rata-rata nasional.
“Capaian ini merupakan hasil komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama melalui dukungan pembiayaan peserta PBI JKN,” ujar Try dalam kegiatan media gathering yang digelar di Kota Gorontalo, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, secara keseluruhan cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Gorontalo telah mencapai 100,19 persen atau sekitar 1,26 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 89,17 persen hingga April 2026.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga mencatat adanya peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan. Saat ini terdapat 222 fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama, terdiri dari 161 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), 24 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL), serta 37 fasilitas penunjang seperti apotek dan laboratorium.
Di sisi pembiayaan, total biaya pelayanan kesehatan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp825,7 miliar, sementara penerimaan iuran berada di kisaran Rp375,2 miliar.
Try menambahkan, untuk meningkatkan kualitas layanan, BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai inovasi berbasis kebutuhan peserta. Salah satunya melalui layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) yang kini beroperasi selama 24 jam penuh.
“Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan administrasi kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Selain inovasi layanan, BPJS Kesehatan juga menerapkan tata nilai organisasi “INISIATIF” yang meliputi integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovatif. Nilai tersebut menjadi landasan dalam memberikan layanan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta.
Dengan capaian tersebut, BPJS Kesehatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dapat terus terjaga guna meningkatkan kualitas serta keberlanjutan program JKN di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Lukman.



