GORONTALO, mimoza.tv – Polemik pembayaran material dalam proyek penataan kawasan di Kelurahan Lekobalo, Kota Gorontalo, kembali memanas. CV Jangkar Mas selaku pemasok grill manhole atau penutup manhole mengaku kecewa setelah janji pelunasan dari pihak kontraktor kembali tidak terealisasi.
Direktur CV Jangkar Mas, Muh. Darmaji, mengatakan pihak kontraktor sebelumnya menjanjikan pelunasan sisa pembayaran pada Senin pekan ini.
Namun hingga Selasa (28/4/2026), pembayaran yang dijanjikan tersebut disebut belum juga terealisasi.
“Janji mau melunasi pada Senin kemarin itu ternyata zonk. Buktinya sampai saat ini tidak ada,” ujar Darmaji saat dihubungi, Selasa (28/4/2026).
Kekecewaan itu memperpanjang daftar persoalan pembayaran yang sejak awal membayangi proyek senilai ratusan juta rupiah tersebut. Berdasarkan pengakuan pihak vendor, total nilai pengadaan material penutup manhole mencapai sekitar Rp703 juta. Namun pembayaran yang diterima hingga kini baru sebagian, sementara sisa kewajiban disebut masih cukup besar.
Material tersebut diketahui telah diproduksi di Klaten, Jawa Tengah, lalu dikirim ke Gorontalo sesuai kesepakatan kerja sama dengan kontraktor pelaksana proyek, CV Liuntuhaseng Brothers. Sebagian besar material juga telah terpasang dan digunakan di lokasi proyek.
Meski pekerjaan fisik di lapangan terus berjalan dan sebagian infrastruktur mulai dimanfaatkan warga, persoalan finansial antara vendor dan kontraktor justru belum menemukan titik akhir.
Darmaji menegaskan, pihaknya kini mulai mempertimbangkan langkah hukum sebagai upaya penyelesaian.
“Tim saya sedang mengkaji, dan kemungkinan akan mengambil langkah hukum,” cetusnya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi opsi serius apabila komitmen pembayaran terus mengalami penundaan tanpa kepastian.
Kasus ini menyoroti persoalan klasik dalam pelaksanaan proyek konstruksi, ketika manfaat fisik mulai terlihat di lapangan, tetapi urusan pembayaran di belakang layar masih menyisakan masalah.
Di tengah perubahan infrastruktur yang mulai dirasakan masyarakat, vendor kini berada pada posisi menunggu kepastian atas hak finansialnya. Sementara itu, pihak kontraktor masih dibayangi pertanyaan mengenai komitmen penyelesaian kewajiban pembayaran kepada pemasok.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor CV Liuntuhaseng Brothers belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan terbaru tersebut.
Dalam sebuah proyek, pembangunan tidak hanya diukur dari material yang terpasang, tetapi juga dari sejauh mana komitmen antar pihak benar-benar dituntaskan. Sebab ketika janji pembayaran terus tertunda, yang tersisa bukan hanya soal utang, tetapi juga soal kepercayaan.
Penulis: Lukman



