GORONTALO, mimoza.tv – Rangkaian Temu Jurnalis Gorontalo 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari. Kegiatan yang mempertemukan insan pers dari berbagai organisasi dan perusahaan media itu tidak hanya menjadi ruang diskusi profesi, tetapi juga memperkuat jejaring serta kolaborasi antarjurnalis di Gorontalo.
Sejumlah agenda penting mewarnai kegiatan tersebut. Selain workshop jurnalistik, Temu Jurnalis juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo periode 2026–2029, Musyawarah Daerah dan pelantikan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Gorontalo, serta pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Gorontalo.
Ketua Panitia Temu Jurnalis Gorontalo 2026, Lukman Polimengo, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti bahwa insan pers di Gorontalo masih memiliki ruang yang sama untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan membangun kerja sama meski berasal dari organisasi dan latar belakang media yang berbeda.
“Yang terbangun selama dua hari ini bukan hanya forum diskusi, tetapi juga komunikasi dan silaturahmi antarsesama jurnalis,” kata Lukman.
Menurutnya, salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan Temu Jurnalis tahun ini adalah keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam workshop jurnalistik. Kehadiran generasi muda dinilai penting karena memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik dari para praktisi yang selama ini bekerja langsung di lapangan.
Melalui sesi-sesi diskusi yang berlangsung, peserta mendapatkan berbagai perspektif mengenai etika pers, tantangan jurnalisme digital, hak cipta, komunikasi publik, hingga penggunaan bahasa dalam produk jurnalistik.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara jurnalis senior dan generasi baru media yang kini tumbuh di era digital.
Temu Jurnalis Gorontalo 2026 menunjukkan bahwa di tengah persaingan industri media yang semakin ketat, masih ada ruang untuk membangun kolaborasi dan saling menguatkan antarinsan pers.
Bagi panitia, keberhasilan kegiatan ini bukan diukur dari banyaknya agenda yang terlaksana, melainkan dari terbangunnya komunikasi dan jejaring yang dapat terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.
“Dunia media saat ini menghadapi banyak tantangan. Karena itu, silaturahmi dan kolaborasi antarsesama jurnalis menjadi hal yang penting untuk terus dijaga,” ujar Lukman.
Dengan berakhirnya Temu Jurnalis Gorontalo 2026, para peserta diharapkan membawa pulang tidak hanya pengetahuan baru, tetapi juga semangat untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan kualitas informasi yang disajikan kepada masyarakat. (*)



