GORONTALO, mimoza.tv – Menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui keteladanan dan kebiasaan sehari-hari. Di tengah derasnya arus digital dan pengaruh budaya global, peran guru dinilai semakin strategis dalam membentuk karakter anak bangsa.
Ini disampaikan Kepala SDN 95 Kota Utara, Kota Gorontalo, Fatmah Y. Tahir, usai mengikuti Apel Pencanangan Bulan Wawasan Kebangsaan Pemerintah Kota Gorontalo yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Fatmah, wawasan kebangsaan bukan sekadar menghafal Pancasila atau empat pilar kebangsaan. Lebih dari itu, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang yang membangun kesadaran tentang identitas sebagai bangsa Indonesia, menghargai keberagaman, serta memiliki tanggung jawab menjaga persatuan demi masa depan bersama.
Ia menegaskan, guru memiliki peran penting dalam menanamkan semangat bela negara kepada peserta didik. Bentuk pengabdian tersebut tidak selalu diwujudkan melalui simbol-simbol kenegaraan, melainkan melalui kedisiplinan, profesionalisme, serta kemampuan membangun sikap toleransi dan saling menghormati di lingkungan sekolah.
“Ketika guru hadir tepat waktu, mengajar dengan penuh tanggung jawab, serta membimbing siswa untuk menghargai perbedaan, di situlah nilai bela negara tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Fatmah juga mengakui tantangan pendidikan di era digital semakin kompleks. Menurutnya, anak-anak saat ini lebih mudah mengenal budaya luar melalui media sosial dibandingkan sejarah dan tokoh bangsa sendiri. Karena itu, guru dituntut menjadi penghubung antara perkembangan zaman dan penguatan identitas nasional.
Ia menilai tugas pendidik bukan membatasi akses informasi peserta didik, tetapi mengarahkan mereka agar mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Menurutnya, ruang kelas saat ini menjadi benteng utama dalam membangun masa depan Indonesia. Nilai-nilai kejujuran, toleransi, kebersamaan, tanggung jawab, dan cinta tanah air harus terus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
“Menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda bukan hanya tugas sekolah, tetapi amanah yang melekat pada setiap pendidik demi menjaga masa depan Indonesia,” pungkasnya.



