GORONTALO, mimoza.tv – Konsolidasi internal PDI Perjuangan Kota Gorontalo memasuki babak baru. Pengukuhan sembilan Pengurus Anak Cabang atau PAC se-Kota Gorontalo tidak hanya menjadi langkah melengkapi struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum bagi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Gorontalo, Yolan Polontalo, untuk menegaskan pentingnya disiplin dan loyalitas kader terhadap keputusan partai.
Pelantikan dan pengukuhan sembilan PAC tersebut berlangsung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Gorontalo, Minggu, 9 Agustus 2026. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin.
Dalam pidatonya, Yolan menegaskan bahwa penguatan struktur tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan.
Menurutnya, komunikasi yang solid dan berkelanjutan harus dibangun mulai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting. Sebab, kekuatan partai tidak semata-mata diukur dari lengkapnya struktur di tingkat pimpinan, tetapi dari seberapa efektif organisasi tersebut bekerja hingga ke akar rumput.
Yang menarik, Yolan tidak hanya berbicara mengenai struktur organisasi. Ia juga memberikan perhatian khusus kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Gorontalo yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Yolan menegaskan bahwa setiap kader, termasuk kader yang duduk sebagai anggota legislatif, memiliki tanggung jawab menjaga kepentingan dan keberlangsungan partai.
“Keputusan dan instruksi organisasi, harus dijalankan oleh seluruh kader,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa konsolidasi internal PDIP Kota Gorontalo tidak berhenti pada urusan administratif. Ada pesan politik yang lebih tegas: struktur yang solid harus diikuti dengan kepatuhan terhadap garis kebijakan organisasi.
Yolan bahkan mengingatkan adanya konsekuensi bagi kader yang mengabaikan keputusan partai.
Khusus bagi kader yang duduk di DPRD namun tidak menjalankan keputusan organisasi, Yolan menegaskan pihaknya tidak akan segan memberikan teguran keras.
Peringatan ini menjadi bagian penting dari konsolidasi yang sedang dibangun. Sebab, semakin besar posisi seorang kader dalam struktur politik, semakin besar pula tuntutan untuk menjaga disiplin organisasi.
Dengan kata lain, pengukuhan PAC kali ini bukan hanya soal siapa yang mendapatkan posisi dalam struktur, tetapi juga tentang bagaimana memastikan seluruh elemen partai bergerak dalam arah yang sama.
Yolan juga meyakini bahwa pelanggaran terhadap keputusan maupun instruksi partai, terutama yang dilakukan kader yang duduk sebagai anggota DPRD, dapat dilaporkan hingga ke tingkat pimpinan pusat.
Sikap tersebut menunjukkan upaya DPC PDIP Kota Gorontalo membangun garis komando organisasi yang lebih tegas.
Konsolidasi partai di tingkat bawah pada akhirnya akan diuji oleh kerja PAC di wilayah masing-masing. Struktur yang lengkap belum tentu otomatis menghasilkan kekuatan politik apabila komunikasi tidak berjalan, kader tidak aktif, dan instruksi organisasi tidak diterjemahkan menjadi kerja politik di lapangan.
Karena itu, sembilan PAC yang baru dikukuhkan kini memiliki pekerjaan yang lebih besar.
Yolan meminta seluruh pengurus PAC segera bekerja dan membangun konsolidasi di wilayah masing-masing.
Tahap berikutnya adalah membentuk kepengurusan ranting dan anak ranting di seluruh wilayah Kota Gorontalo. Struktur tersebut ditargetkan rampung sebelum Desember 2026.
Target ini menjadi penting karena keberhasilan konsolidasi PDIP tidak lagi hanya dapat dilihat dari banyaknya kepengurusan yang terbentuk, tetapi dari kemampuan struktur tersebut menghidupkan organisasi sampai tingkat akar rumput.
Jika komunikasi, disiplin, dan loyalitas kader dapat berjalan seiring dengan penguatan struktur, maka konsolidasi ini berpotensi menjadi fondasi bagi penguatan mesin politik PDIP Kota Gorontalo.
Sebaliknya, jika struktur hanya lengkap secara administratif tetapi tidak aktif bekerja, maka pengukuhan sembilan PAC berisiko berhenti sebagai agenda seremonial.
Pengukuhan sembilan PAC se-Kota Gorontalo ditutup dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota kepada sembilan PAC dan anggota DPRD Kota Gorontalo.



