GORONTALO, mimoza.tv – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah pada perdagangan sesi I, Rabu (26/8/2026), di tengah sorotan terhadap keputusan bank tersebut memblokir rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Mengutip IDN Times, saham BMRI turun 30 poin atau 0,71 persen ke level Rp4.190 per lembar saham. Pada pembukaan perdagangan, saham Bank Mandiri berada di posisi Rp4.220 per lembar.
Sepanjang sesi I, BMRI bergerak di kisaran Rp4.170 hingga Rp4.220. Frekuensi transaksi tercatat 17,34 ribu kali dengan volume 52,32 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp219,1 miliar.
Tekanan juga terlihat dari arus dana asing. Berdasarkan data Stockbit yang dikutip IDN Times, BMRI masuk jajaran 15 besar saham dengan net foreign sell terbesar hingga sesi I. BMRI berada di posisi ke-14 dengan net sell sekitar Rp19,64 miliar atau setara volume 4,69 juta saham.
Namun, pelemahan saham BMRI belum bisa serta-merta disebut sebagai dampak langsung dari polemik pemblokiran rekening Botok.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan saham BMRI juga dipengaruhi dinamika sektor perbankan serta aksi ambil untung setelah saham tersebut menguat 1,69 persen pada perdagangan Jumat sebelumnya.
“Pelemahan juga mencerminkan dinamika sektor perbankan dan aksi profit taking setelah BMRI sebelumnya menguat 1,69 persen pada Jumat,” kata Nafan, dikutip mimoza.tv dari IDN Times.
Meski demikian, Nafan menilai persoalan pemblokiran rekening tetap perlu dicermati. Menurutnya, jika tidak disertai penjelasan yang transparan mengenai dasar hukum dan prosedurnya, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi risiko reputasi bagi perseroan.
Risiko itu pada akhirnya berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola Bank Mandiri.
Nafan mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan berdasarkan kepanikan hanya karena isu tersebut. Klarifikasi resmi dari Bank Mandiri, perkembangan aspek hukum, serta dampaknya terhadap fundamental perusahaan dinilai lebih penting untuk diperhatikan.
“Selama isu ini bersifat kasus individual dan tidak berdampak pada kualitas aset, likuiditas, profitabilitas, maupun kepercayaan nasabah secara luas, saya melihat dampaknya terhadap fundamental BMRI masih relatif terbatas,” ujarnya.
Menurut Nafan, pelemahan BMRI pada perdagangan kali ini lebih tepat dilihat sebagai sentimen jangka pendek. Investor juga perlu memperhatikan level support teknikal serta perkembangan arus dana asing pada saham tersebut.
Rekening Botok Diblokir Saat Demo
Sorotan terhadap Bank Mandiri bermula setelah rekening milik Supriyono alias Botok dilaporkan mengalami pemblokiran ketika dirinya memimpin demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).
Rekening tersebut disebut memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta. Dana itu berasal dari uang pribadi dan donasi masyarakat yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional massa aksi.
Pemblokiran rekening terjadi bersamaan dengan peretasan akun media sosial milik Supriyono.
Kondisi tersebut membuat sejumlah demonstran dari daerah yang berada di Jakarta untuk mengikuti aksi harus mengandalkan bantuan solidaritas masyarakat setempat.
Bank Mandiri kemudian menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum (APH).
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan APH dan dilakukan berdasarkan prosedur serta ketentuan yang berlaku.
“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum, dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip GCG, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan,” kata Adhika.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena polemik yang muncul bukan hanya menyangkut akses terhadap dana nasabah, tetapi juga transparansi mengenai dasar permintaan pemblokiran rekening dan prosedur yang digunakan.
Di pasar modal, persoalan tersebut sejauh ini belum menunjukkan dampak langsung terhadap fundamental BMRI. Namun, sebagaimana disampaikan analis, perkembangan kasus dan respons Bank Mandiri tetap menjadi perhatian investor.
Dengan demikian, penurunan saham BMRI pada sesi I belum cukup menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa polemik rekening Botok menjadi penyebab utama tekanan saham bank tersebut.
Penulis: Lukman



