GORONTALO. Mimoza.tv – DPD Real Estat Indonesia (REI) Gorontalo didorong untuk tidak sekadar menjadi wadah organisasi pengusaha properti, tetapi tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Ketua DPD REI Gorontalo, Kristina Bahsoan, usai terpilih secara aklamasi sekaligus dilantik dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII DPD REI Gorontalo yang digelar di Aston Hotel, Selasa, 15 September 2026.
Kristina menilai, posisi REI di daerah harus lebih substantif. Organisasi tidak cukup hanya hadir ketika agenda formal berlangsung, tetapi harus mampu merespons berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan sektor properti.
Menurutnya, REI Gorontalo harus berani menyampaikan gagasan, memperjuangkan kepentingan anggota, sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi yang sehat dengan pemerintah.
“REI harus menjadi mitra strategis pemerintah. Kita harus berani menyampaikan gagasan, memperjuangkan kepentingan anggota, dan membangun kolaborasi yang sehat dan produktif.”
Kristina juga mengingatkan agar kepengurusan REI Gorontalo ke depan tidak berjalan dengan pola satu suara. Soliditas organisasi, menurut dia, justru harus dibangun dari keberanian anggota menyampaikan gagasan dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
Kerja bersama menjadi penting karena tantangan sektor properti tidak hanya menyangkut dunia usaha, tetapi juga berkaitan dengan kebijakan tata ruang, perizinan, penyediaan perumahan, infrastruktur, hingga arah pembangunan daerah.
Karena itu, REI dituntut tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi ikut memberikan masukan dalam proses penyusunannya.
Peran strategis organisasi akan sulit diwujudkan jika REI hanya aktif ketika persoalan sudah muncul atau ketika kepentingan anggotanya terdampak kebijakan.
REI Gorontalo perlu membangun mekanisme komunikasi yang lebih terbuka dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Di sisi lain, kepentingan pelaku usaha juga perlu diperjuangkan tanpa mengabaikan kepentingan publik dan tujuan pembangunan daerah.
Kristina berharap REI Gorontalo dapat mengambil bagian dalam berbagai persoalan sektor properti, menyuarakan kepentingan pelaku usaha, sekaligus memberikan kontribusi terhadap kebijakan pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan REI Gorontalo sebagai organisasi yang hadir ketika ada persoalan, bersuara ketika ada kebijakan, dan bergerak ketika ada arah pembangunan.” Pungkasnya.

