GORONTALO. Mimoza.tv – Di usia yang baru menginjak satu tahun dua bulan, sebagian besar anak mungkin tengah menikmati masa bermain, belajar mengenal dunia, dan berada dalam pelukan hangat keluarganya.
Namun, hari-hari Mail justru diwarnai perjuangan melawan penyakit hidrosefalus.
Balita asal Desa Huyula, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo itu, harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Bagi kedua orang tuanya, membawa Mail mendapatkan pelayanan kesehatan bukan sekadar perjalanan menuju rumah sakit. Ada biaya yang harus dipikirkan, jarak yang harus ditempuh, serta kebutuhan keluarga yang tetap harus dipenuhi.
Di tengah keterbatasan itu, orang tua Mail tetap berusaha mencari jalan terbaik demi buah hati mereka.
Kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan membuat pemeriksaan dan penanganan medis Mail belum dapat dilakukan secara maksimal. Bahkan, keluarga sempat memilih pengobatan tradisional sebagai salah satu upaya untuk membantu kesembuhan sang anak.
Namun, perjuangan itu tidak berhenti. ketika kondisi Mail mendapat perhatian, harapan baru mulai terbuka.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo kemudian melakukan koordinasi melalui Dinas Sosial dan PMD bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan Mail memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Mail bersama kedua orang tuanya kemudian dibawa ke Limboto. Di sini, keluarga kecil tersebut mendapat tempat untuk beristirahat di Rumah Singgah UPTD Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Gorontalo.
Rumah singgah menjadi tempat sederhana yang memberi ruang bagi keluarga untuk bertahan di tengah proses pengobatan. Bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga menjadi bagian dari pendampingan selama Mail menjalani rangkaian pemeriksaan dan proses rujukan.
Setibanya di Limboto, Mail langsung mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Dunda Limboto.
Pemeriksaan awal dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan Mail sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.
Dari hasil penanganan tersebut, Mail kemudian dijadwalkan mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Aloe Saboe untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Di balik proses tersebut, ada dua orang tua yang terus menemani. tidak banyak yang dapat mereka lakukan selain bertahan, mengikuti setiap proses pemeriksaan, dan berharap pengobatan yang dijalani Mail dapat memberikan jalan menuju kondisi kesehatan yang lebih baik.
Perhatian juga datang dari Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, bersama Kepala Dinas Sosial dan PMD.
Kunjungan ke rumah singgah menjadi bentuk dukungan moril bagi Mail dan kedua orang tuanya yang sedang menghadapi masa sulit.
Keluarga juga mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Limboto.
Bagi keluarga Mail, perhatian tersebut bukan sekadar bantuan. Ada rasa lega karena di tengah perjalanan panjang mencari pengobatan, mereka tidak lagi merasa menghadapi semuanya seorang diri.
Sebab, menghadapi persoalan kesehatan seorang anak tidak hanya membutuhkan rumah sakit dan tenaga medis.
Ada biaya yang harus dipenuhi. Ada akses yang harus ditempuh.
Ada proses rujukan yang harus dilalui. dan ada orang tua yang membutuhkan pendampingan agar tetap kuat mendampingi anaknya.
Rujukan ke Rumah Sakit Aloe Saboe diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi kesehatannya sekaligus membuka peluang bagi penanganan medis yang lebih optimal.
Di usia yang begitu kecil, Mail kini harus menjalani perjalanan yang tidak ringan. Sementara kedua orang tuanya terus berada di sisinya.
Menunggu, berharap, dan bertahan.
Dari rumah singgah di Limboto, perjuangan itu kini tidak lagi hanya menjadi perjuangan sebuah keluarga kecil dari Desa Huyula.
Ada tangan-tangan yang ikut membantu. ada pemerintah yang mendampingi, dan ada harapan yang perlahan kembali tumbuh.
Kisah Mail menjadi pengingat bahwa di balik persoalan kesehatan, ada keluarga-keluarga yang sering kali harus berjuang menghadapi persoalan lain yang tidak kalah berat: keterbatasan ekonomi dan akses terhadap layanan kesehatan.
Bagi Mail, perjalanan untuk mendapatkan penanganan medis mungkin masih panjang.
Tetapi setiap pemeriksaan, setiap rujukan, dan setiap pendampingan adalah satu langkah kecil dalam perjuangannya.
Mail masih begitu kecil untuk memahami apa yang sedang dihadapinya.
Namun, di balik tubuh mungil itu, ada sebuah harapan besar. Harapan kedua orang tuanya agar anak mereka mendapatkan kesempatan untuk memperoleh penanganan terbaik.
Harapan agar perjalanan panjang ini membawa Mail menuju kondisi yang lebih baik.
Dan untuk saat ini, perjuangan itu terus berjalan.
Mail tidak sendiri.



