GORONTALO, mimoza.tv – Terpilihnya Hana Fadel Mohammad sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) periode 2026–2031 mendapat dukungan dari Ollies Datau. Dukungan tersebut memiliki konteks tersendiri, mengingat keduanya sudah cukup lama bersinggungan dalam sejumlah jejaring organisasi nasional.
Bukan hanya sama-sama aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan, Ollies dan Hana juga pernah berada dalam lingkungan organisasi yang sama, yakni Lumbung Informasi Rakyat (LIRA).
Ollies Datau pernah memimpin LIRA sebagai Presiden periode 2015–2020. Sementara Hana Fadel Mohammad mengambil peran sebagai Ketua Umum SDGs LIRA, organisasi yang berfokus pada isu pembangunan berkelanjutan.
Irisan perjalanan organisasi tersebut menjadi salah satu sisi menarik di balik dukungan Ollies terhadap Hana yang kini dipercaya memimpin IWAPI.
Bagi Hana, jabatan baru ini bukanlah awal keterlibatannya dalam dunia organisasi. Ia telah memiliki pengalaman panjang, baik di bidang sosial, pemberdayaan perempuan maupun politik.
Hana pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Gorontalo selama dua periode, 2009–2019. Ia juga aktif di Himpunan Wanita Karya (HWK) dan sejumlah organisasi sosial lainnya.
Di lingkungan IWAPI, Hana sebelumnya juga tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Pengalaman tersebut membuatnya telah mengenal dinamika organisasi pengusaha perempuan itu sebelum akhirnya terpilih sebagai ketua umum.
Sementara itu, Ollies Datau juga memiliki perjalanan organisasi yang cukup panjang. Selain pernah memimpin LIRA, ia memiliki pengalaman di lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta organisasi kepemudaan. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur selama dua periode.
Kesamaan lingkungan organisasi dan pengalaman tersebut memperlihatkan adanya irisan perjalanan antara kedua tokoh perempuan ini. Karena itu, dukungan Ollies terhadap Hana tidak berdiri sendiri sebagai ucapan selamat atas terpilihnya seorang ketua umum baru.
Dukungan itu juga hadir di tengah momentum perubahan kepemimpinan IWAPI setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bandung, 29–30 Oktober 2026, menetapkan Hana secara aklamasi menggantikan Nita Yudi.
Kini, tantangan Hana adalah membawa IWAPI menjadi organisasi yang semakin relevan dengan kebutuhan perempuan pengusaha di berbagai daerah. Tidak hanya memperkuat jaringan bisnis, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Dukungan dari Ollies dan jejaring organisasi yang selama ini bersinggungan dengan Hana menjadi bagian dari dinamika awal kepemimpinan baru IWAPI.
Penulis: Lukman



