GORONTALO, mimoza.tv — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo kini memiliki wajah baru dalam armada pengawalan tahanan. Bukan lagi model konvensional berbasis bus kecil atau kendaraan “elf” berjeruji, unit terbaru ini tampil lebih modern, taktis, dan—secara visual—jauh lebih “tegas”.
Namanya Barracuda.
Dikutip dari berbagai sumber, sekilas kendaraan ini lebih menyerupai mobil taktis ketimbang mobil tahanan. Bodi kekar, garis desain tajam, serta balutan warna hijau tua khas kejaksaan membuatnya tampil mencolok. Basisnya menggunakan Isuzu D-Max, double cabin yang dikenal tangguh di berbagai medan.
Namun Barracuda bukan kendaraan standar. Unit ini telah dimodifikasi menjadi kendaraan tahanan semi-lapis baja, dengan peningkatan signifikan pada aspek keamanan.
Mesin Tangguh, Siap Bawa Beban Berat Dari sisi performa, Barracuda mengandalkan mesin diesel 1.9 liter RZ4E-TC. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 150 horsepower dengan torsi mencapai 350 Nm.
Angka tersebut cukup untuk menopang bobot tambahan dari struktur baja dan muatan penumpang. Ditambah sistem penggerak 4×4, kendaraan ini tetap stabil, baik di jalan perkotaan maupun medan yang lebih menantang.
Lapisan Keamanan Berlapis Keunggulan utama Barracuda terletak pada sistem pengamanannya. Hampir seluruh bagian kendaraan diperkuat.
Bodi dilapisi baja tambahan
Kaca dilindungi jeruji besi kokoh
Kap mesin diperkuat pelindung baja
Beberapa sisi dilengkapi wire mesh
Semua ini dirancang untuk mengantisipasi gangguan, baik dari dalam maupun luar.
Di bagian belakang, ruang tahanan menjadi pusat perhatian. Kabin ini dibangun dari plat baja yang diperkuat, dengan kapasitas sekitar 8 hingga 15 orang.
Posisi duduk dibuat berhadapan, dengan bangku memanjang di sisi kiri dan kanan. Sekat pemisah antara tahanan dan petugas dibuat solid, menutup celah interaksi langsung.
Ventilasi hanya tersedia dalam bentuk lubang terbatas dengan pengamanan ekstra—cukup untuk sirkulasi, namun tetap menjaga kontrol.
Fitur Pendukung Operasional Barracuda juga dilengkapi berbagai fitur standar pengawalan:
Sistem penguncian ganda
Kamera pemantau kabin
Lampu rotator dan sirene
Radio komunikasi
APAR (alat pemadam api ringan)
Di sektor kaki-kaki, kendaraan ini menggunakan suspensi depan double wishbone dan suspensi belakang leaf spring heavy duty. Ban all-terrain dengan velg baja memastikan kestabilan di berbagai kondisi jalan.
Modernisasi yang Tak Sekadar Tampilan Namun di balik desain gagah dan spesifikasi teknis tersebut, ada hal yang tak bisa diabaikan. Penambahan lapisan baja membuat bobot kendaraan meningkat, yang berdampak pada konsumsi bahan bakar. Kabin tahanan yang tertutup juga berpotensi terasa panas jika ventilasi tidak optimal.
Artinya, Barracuda memang dibangun untuk keamanan—bukan kenyamanan.
Lebih dari Sekadar Kendaraan Kehadiran Barracuda menjadi bagian dari modernisasi armada Kejati Gorontalo. Ini bukan sekadar pembaruan fisik, tetapi juga peningkatan standar pengawalan dalam proses penegakan hukum.
Di titik ini, publik tentu membaca lebih dari sekadar spesifikasi.
Sebab kendaraan seperti ini biasanya hadir bukan tanpa alasan. Ia muncul ketika kebutuhan pengamanan meningkat—ketika perkara-perkara yang ditangani tak lagi sederhana.
Mobilnya sudah siap. Sistemnya sudah diperkuat. Standarnya sudah dinaikkan.
Pertanyaannya tinggal satu: siapa yang akan menjadi penumpang pertama?
Di tengah sejumlah kasus yang kini tengah ditangani, pertanyaan itu bukan lagi sekadar retoris.
Penulis: Lukman



