Selasa, Juli 28, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

PILKADA, MOMEN MERAYAKAN KEBENCIAN?

by Redaksi
Oktober 5, 2024
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dr. Funco Tanipu.

Dr. Funco Tanipu.

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Oleh : Funco Tanipu (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)

Saat ini semua daerah di Gorontalo sedang berpesta politik, namun di media sosial mulai ada kecenderungan saling menghajar, menebar kebencian, merusak silaturrahmi.

Pertanyannya, apakah kebencian itu akan diwariskan ke anak-anak kita nanti? Apakah semua yang melakukan ini siap jika anaknya juga penuh kebencian? Saya kita tidak. Dalam hati masing-masing setiap orang tidak ingin anaknya seperti orang tuanya, sebejat apapun dia.

Pilkada adalah perhelatan per lima tahun, tidak setiap hari kita akan melakukan ini. Apalagi sudah serentak. Setelah ini berakhir, semua akan kembali pada profesi masing-masing. Namun, apakah dengan silaturrahmi dan keakraban yang hilang atau seperti apa, entahlah.

Pilkada bukan akhir segalanya. Ia hanya bagian dari proses politik panjang untuk peradaban. Bangunan struktur politik yang solid tidak ditentukan oleh sehari dua pilkada, ia ditentukan oleh seberapa lama warga bisa berpartisipasi setiap hari.

Partisipasi dimulai dari perencanaan pembangunan, proses, hingga evaluasi. Setiap warga wajib ikut dalam semua itu. Jika tidak, hasil pilkada akan di take over oleh beberapa orang demi akumulasi resources untuknya dan kelompoknya.

Cara berpolitik kita tergolong purba. Saking purbanya, dalam pilkada kita bukan mencari kebenaran, tapi mencari kesalahan. Padahal tidak semua sempurna, baik itu petahana maupun penantang baru.

Gorontalo beberapa ratus tahun lalu telah mempraktikkan model politik yang sederhana namun memiliki bobot luhur. Proses seleksi kepemimpinan di Gorontalo lampau lebih mengedepankan akal dan nurani sehat. Bukan sebaliknya. Pertanyaannya, apakah kita membiarkan sesuatu yang tidak sehat menggegoroti tubuh politik Gorontalo?

Kini, banyak calon kepala daerah yang siap-siap dengan segala potensinya. Tahapan kompetisi jangan dirusak dengan kebencian, sebab akan sulit memulihkan pasca itu. Tahapan konsolidasi pasca pilkada akan sulit jika kompetisi kita terlalu buas.

Sudah saatnya mengakhiri praktik politik yang merusak tatanan peradaban Gorontalo. Gorontalo terlalu banyak daftar masalahnya dibanding daftar solusinya. Praktik tata kelola pemerintahan saja kita sudah kelabakan, apalagi jika ditambah dengan pertikaian yang merusak.

Di tahun 2030 kita akan memasuki tahapan bonus demografi. Bonus itu tak akan kita nikmati jika kita mewariskan anak-anak hari ini dengan kebencian. Usia produktif secara usia bisa saja banyak, tapi secara mental sangat tidak produktif.

Bagi yang ingin masa depan Gorontalo akan lebih baik, lawan cara berpolitik yang menebar kebencian.

Berita Terkait

Benny Lengkey (tengah) berdiri di depan pintu Kantor Desa Toto Utara yang telah disegel dalam aksi protes terhadap keputusan pemberhentian sementara Kepala Desa Toto Utara, Ramlah Djafar. Penyegelan mengakibatkan aktivitas di kantor desa terhenti, sementara aparat TNI dan Polri berjaga di lokasi untuk mengamankan situasi.

Pensiunan TNI AD Pimpin Penyegelan Kantor Desa Toto Utara, Protes Istri Dinonaktifkan sebagai Kades

Juli 28, 2026

Lemari Gubernur Sebesar Apa? Anggaran Pakaian Dinas Rp393 Juta Jadi Sorotan DPRD Gorontalo

Juli 27, 2026
Paris Djafar.

Desak Kejati Akhiri Penantian, Aktivis Paris Djafar: Jangan Biarkan Kasus Hibah KONI Menggantung Tanpa Tersangka

Juli 27, 2026

Medan Terjal Tak Halangi Anggota Dekot Tinjau Proyek Perkuatan Tebing

CEK FAKTA | Ismet Mile Ditahan Kejaksaan?

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Sediakan Skema agar Sisa Kuota Tetap Bisa Dipakai

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version