Selasa, Oktober 27, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

PILKADA, MOMEN MERAYAKAN KEBENCIAN?

by Redaksi
Oktober 5, 2024
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dr. Funco Tanipu.

Dr. Funco Tanipu.

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Oleh : Funco Tanipu (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)

Saat ini semua daerah di Gorontalo sedang berpesta politik, namun di media sosial mulai ada kecenderungan saling menghajar, menebar kebencian, merusak silaturrahmi.

Pertanyannya, apakah kebencian itu akan diwariskan ke anak-anak kita nanti? Apakah semua yang melakukan ini siap jika anaknya juga penuh kebencian? Saya kita tidak. Dalam hati masing-masing setiap orang tidak ingin anaknya seperti orang tuanya, sebejat apapun dia.

Pilkada adalah perhelatan per lima tahun, tidak setiap hari kita akan melakukan ini. Apalagi sudah serentak. Setelah ini berakhir, semua akan kembali pada profesi masing-masing. Namun, apakah dengan silaturrahmi dan keakraban yang hilang atau seperti apa, entahlah.

Pilkada bukan akhir segalanya. Ia hanya bagian dari proses politik panjang untuk peradaban. Bangunan struktur politik yang solid tidak ditentukan oleh sehari dua pilkada, ia ditentukan oleh seberapa lama warga bisa berpartisipasi setiap hari.

Partisipasi dimulai dari perencanaan pembangunan, proses, hingga evaluasi. Setiap warga wajib ikut dalam semua itu. Jika tidak, hasil pilkada akan di take over oleh beberapa orang demi akumulasi resources untuknya dan kelompoknya.

Cara berpolitik kita tergolong purba. Saking purbanya, dalam pilkada kita bukan mencari kebenaran, tapi mencari kesalahan. Padahal tidak semua sempurna, baik itu petahana maupun penantang baru.

Gorontalo beberapa ratus tahun lalu telah mempraktikkan model politik yang sederhana namun memiliki bobot luhur. Proses seleksi kepemimpinan di Gorontalo lampau lebih mengedepankan akal dan nurani sehat. Bukan sebaliknya. Pertanyaannya, apakah kita membiarkan sesuatu yang tidak sehat menggegoroti tubuh politik Gorontalo?

Kini, banyak calon kepala daerah yang siap-siap dengan segala potensinya. Tahapan kompetisi jangan dirusak dengan kebencian, sebab akan sulit memulihkan pasca itu. Tahapan konsolidasi pasca pilkada akan sulit jika kompetisi kita terlalu buas.

Sudah saatnya mengakhiri praktik politik yang merusak tatanan peradaban Gorontalo. Gorontalo terlalu banyak daftar masalahnya dibanding daftar solusinya. Praktik tata kelola pemerintahan saja kita sudah kelabakan, apalagi jika ditambah dengan pertikaian yang merusak.

Di tahun 2030 kita akan memasuki tahapan bonus demografi. Bonus itu tak akan kita nikmati jika kita mewariskan anak-anak hari ini dengan kebencian. Usia produktif secara usia bisa saja banyak, tapi secara mental sangat tidak produktif.

Bagi yang ingin masa depan Gorontalo akan lebih baik, lawan cara berpolitik yang menebar kebencian.

Berita Terkait

Honda ICON e: Sekali Cas Diklaim Tempuh 53 Kilometer, Ini Spesifikasi dan Harganya

Oktober 27, 2026
Prof. Dian Ekawaty Ismail, saat menjadi narasumber dalam kegiatan edukasi hukum yang digelar Polda Riau, Senin (26/10/2026).

Prof. Dian Ekawaty Ismail Soroti Risiko Praperadilan dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Oktober 26, 2026

Sepeda Bambu Temanggung Menembus Jepang, Arif Gobel Dorong Produk Lokal ke Pasar Global

Oktober 26, 2026

Peduli Dampak Karhutla, Pemerhati Lingkungan Nata Buana Lestari Gorontalo Bagikan Masker Gratis

Barang Bukti Batu Hitam Diduga Raib, Huang Dingsheng Gugat Eks Pejabat Rupbasan

Bappenda Gorontalo Turun ke Kota, Rekonsolidasi Data PAD Diperkuat dengan Pendampingan Kejati

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2026 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo | Powered by E-Scape Creative

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2026 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo | Powered by E-Scape Creative

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version