Selasa, April 21, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Ini Tanggapan Kodam Cenderawasih Soal Gubernur dan DPRD Papua Minta Pasukan TNI-Polri Ditarik dari Nduga

by Lukman
Desember 25, 2018
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ilustrasi pasukan TNI. Foto: Lukman Polimengo

Ilustrasi pasukan TNI. Foto: Lukman Polimengo

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Baca juga

Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Inspirasi Perempuan, Kekuatan Generasi Masa Kini

Kajari Gorut Terima Pihak Terkait Perkara, Bantahan Uang Tak Redam Sorotan


Gorontalo, mimoza.tv – Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri M Aidi mengungkapkan, kehadiran aparat gabungan TNI Polei di Kabupaten Ndunga, Papua adalah untukmelindungi rakyat dari kekejaman teroris Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), bukan untuk membunuh rakyat.
Hal tersebut diungkapkan Kapendam Cendrawasih ini, menyikapi adanya seruan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Ketua DPR Papia Yunus Wonda, serta pimpinan fraksi DPR Papua, Kamis (20/12/2018).
Dalam seruan itu Gubernur dan Ketua DPRD Papua meminta pasukan TNI Polri ditarik dari Ndunga. Pihak Kodam Cendrawasih Bingungyang sedang melaksanakan tugas pengamanan di Kabupaten Ndunga, pascaterjadinya tindakan pembantaian di puncak Kabo, Distrik Yigi,Kabupaten Ndunga, awal Desember lalu.
Kolonel Aidi melihat surat tersebut menunjukkan bahwa Gubernur dan Ketua DPR Papua tidak memahami tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin, pejabat, dan wakil rakyat.
Malah, Gubernur dan Ketua DPR Papua cenderung bersikap menentang kebijakan nasional.
“Kehadiran TNI-Polri di Nduga termasuk di daerah lain di seluruh wilayah NKRI adalah untuk mengemban tugas negara guna melindungi segenap rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia, kok Gubernur dan ketua DPR malah melarang kami bertugas?” tutur Aidi, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (21/12/2018).
Hal itu sesuai UU 3/2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 67 yang berbunyi: Kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi: khususnya poin; a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan UUD 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI. Lalu, pada poin f, melaksanakan program strategis nasional.
“Bukan membuat statement yang seakan-akan mejadi juru bicara gerombolan separatis dan menyudutkan peranan TNI-Polri dalam penegakan hukum,” ucap Aidi.
Untuk itu, Aidi menegaskan pihaknya tidak akan menarik pasukan dari Kabupatan Nduga.
“Justru apabila TNI-Polri tidak hadir padahal nyata-nyata di tempat tersebut telah terjadi pelanggaran hukum berat, maka patut disebut TNI-Polri atau negara telah melakukan tindakan pembiaran,” tegas Aidi.

Berita Terkait

Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Inspirasi Perempuan, Kekuatan Generasi Masa Kini

April 20, 2026
Kantor Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara. Foto: Lukman/mimoza.tv.

Kajari Gorut Terima Pihak Terkait Perkara, Bantahan Uang Tak Redam Sorotan

April 20, 2026
Sejumlah saksi menunggu giliran pemeriksaan di ruang Pidsus Kejati Gorontalo, Senin (20/4/2026). Total 29 saksi diperiksa dalam rangka klarifikasi perhitungan kerugian negara terkait kasus dana hibah KONI Provinsi Gorontalo.Foto: Lukman/mimoza.tv

Kasus Dana Hibah KONI, Kejati Periksa 29 Saksi

April 20, 2026

Pengakuan Pelatih E-Sport, Ada iPhone yang Diduga Digadaikan Oknum Pengurus KONI

BPJS Kesehatan Pastikan Kateterisasi Jantung Anak di Gorontalo Ditanggung Penuh

RSAS Rampungkan Kateterisasi Jantung Anak Perdana, Seluruh Pasien Pulang dalam Kondisi Stabil.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version