Gorontalo, mimoza.tv — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menggelar pekan olahraga antarwarga binaan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rabu (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan yang menitikberatkan pada aspek fisik sekaligus kesehatan mental narapidana.
Pembukaan kegiatan berlangsung di lapangan voli dalam area lapas, diikuti ratusan warga binaan yang tampak antusias mengikuti berbagai cabang perlombaan.
Pelaksana Tugas Kepala Lapas Gorontalo, Sahduriman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. Ia menyebut, olahraga dijadikan medium untuk menjaga keseimbangan kondisi fisik dan psikologis warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental warga binaan,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa ruang kompetisi di dalam lapas memiliki kerentanan tersendiri. Karena itu, sportivitas menjadi hal yang ditekankan sejak awal.
“Saya minta semuanya bermain secara fair. Jangan sampai ada konflik atau keributan, baik antarwarga binaan maupun dengan petugas, hanya karena mengejar kemenangan,” kata Sahduriman.
Pekan olahraga ini tidak hanya diisi cabang olahraga populer seperti futsal, bola voli, tenis meja, dan sepak takraw, tetapi juga permainan tradisional yang menuntut kerja sama tim. Di sisi lain, kegiatan ini juga dimaknai sebagai ruang hiburan untuk mengurangi kejenuhan di dalam blok hunian.
Di tengah keterbatasan ruang gerak, pendekatan pembinaan berbasis aktivitas kolektif seperti ini menjadi salah satu cara yang masih diandalkan lembaga pemasyarakatan untuk menjaga stabilitas internal.
Lapas Gorontalo berharap, kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni peringatan tahunan, tetapi bisa menjadi bagian dari pola pembinaan yang berkelanjutan—bukan hanya untuk mengisi waktu, melainkan membentuk kembali ritme hidup yang lebih sehat bagi warga binaan. (rls/luk)



