Bone Bolango, mimoza.tv – Suasana Ramadan dimanfaatkan Kejaksaan Negeri Bone Bolango untuk memperkuat hubungan dengan berbagai pihak, termasuk insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Jumat (6/3/2026) itu berlangsung hangat bersama keluarga besar Kejari Bone Bolango serta para jurnalis yang sehari-hari menjalankan tugas peliputan di wilayah tersebut.
Sebelum memasuki waktu berbuka, kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat yang dilakukan bersama pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejari Bone Bolango. Aksi sederhana itu menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk berbagi keberkahan di bulan suci Ramadan.
Kepala Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Feddy Hantyo Nugroho, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat silaturahmi antara keluarga besar kejaksaan dengan para mitra kerja, termasuk media.
“Tanpa adanya silaturahmi yang kuat, akan susah lagi untuk menyambungkan hati. Karena kalau hati sudah saling menyambung, maka pelaksanaan tugas juga akan semakin baik,” ujar Feddy.
Menurutnya, hubungan yang terbangun dengan baik antara institusi penegak hukum dan insan pers memiliki arti penting dalam menjaga keterbukaan informasi kepada publik.
“Peran media sangat strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat, terutama terkait kerja-kerja kejaksaan. Karena itu, sinergitas ini harus senantiasa kita jaga dengan baik,” tambahnya.
Ia menilai, kolaborasi yang sehat antara kejaksaan dan media bukan hanya soal publikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.
Dalam kesempatan itu pula, Feddy mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum bagi setiap orang untuk memperbanyak kebaikan.
“Momentum bulan Ramadan adalah bulan suci. Ketika kita berbuat baik, insyaallah akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan pula, serta mendapatkan limpahan pahala,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan kebersamaan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
“Mudah-mudahan apa yang telah diniatkan dengan baik ini memperoleh ganjaran pahala dan berkah yang berlipat ganda dari Allah SWT,” pungkasnya.
Bagi kalangan jurnalis, momentum seperti ini bukan sekadar acara buka puasa bersama. Lebih dari itu, ia menjadi ruang komunikasi informal yang kerap melahirkan kedekatan emosional antara aparat penegak hukum dan media—sebuah relasi yang pada akhirnya penting untuk menjaga arus informasi tetap jernih, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Penulis: Lukman.



