GORONTALO, mimoza.tv — Pergantian pucuk pimpinan kembali terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo. Jabatan Kepala Lapas yang sebelumnya diisi Pelaksana Tugas (Plt) Sahduriman, kini resmi diserahterimakan kepada Junaidi Rison, Sabtu (11/4/2026).
Serah terima ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah sorotan terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan, pergantian ini menjadi penanda harapan baru bagi pembenahan sistem pembinaan dan penguatan fungsi pengawasan di dalam lapas.
Junaidi Rison bukan nama asing di lingkungan pemasyarakatan. Sebelum dipercaya memimpin Lapas Gorontalo, ia menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Padang. Rekam jejaknya dinilai cukup teruji dalam mengelola dinamika lembaga pemasyarakatan yang kompleks.
Di hadapan jajaran petugas, Junaidi menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga mendorong inovasi yang berdampak nyata bagi warga binaan.
“Fokus kami adalah meningkatkan kualitas pembinaan, pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Ini bukan kerja satu orang, tapi kerja bersama dengan integritas dan profesionalisme,” tegasnya.
Sementara itu, Sahduriman yang mengemban tugas sebagai Plt Kalapas sebelumnya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dukungan selama masa transisi kepemimpinannya. Ia mengakui, berbagai tantangan telah dilalui, namun dapat diselesaikan melalui kerja sama yang solid.
“Sinergi menjadi kunci. Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, Lapas Gorontalo akan semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.
Pergantian ini diharapkan tidak berhenti pada rotasi jabatan semata. Lebih dari itu, publik menanti langkah konkret dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, sekaligus bebas dari praktik-praktik yang mencederai integritas.
Kini, tantangan itu berada di tangan Junaidi Rison—membuktikan bahwa perubahan di dalam lapas bukan hanya janji, tetapi bisa menjadi realitas. (rls/luk)



