KOTAMOBAGU, mimoza.tv — Pemandangan berbeda terlihat di halaman Masjid Agung Baitul Makmur saat Polres Kotamobagu menggelar apel gabungan pengamanan jelang safari dakwah dan tabligh akbar Abdul Somad, Kamis (21/5/2026).
Bukan hanya aparat kepolisian dan unsur TNI yang berdiri dalam satu barisan. Sejumlah komunitas lintas organisasi ikut turun langsung dalam pengamanan kegiatan yang diprediksi menyedot ribuan jamaah dari Bolaang Mongondow Raya.
Mulai dari PSHT, Bikers Subuhan, Badan Takmir Masjid (BTM) Masjid Agung Baitul Makmur, Laskar Bogani Indonesia (LBI), hingga Manguni Indonesia wilayah Kotamobagu dan Boltim tampak berbaur tanpa sekat identitas kelompok.
Situasi itu menjadi potret menarik di tengah suasana media sosial yang belakangan sering dipenuhi narasi polarisasi antar kelompok masyarakat. Di lapangan, berbagai elemen justru menunjukkan wajah berbeda: menjaga keamanan agenda keagamaan secara bersama-sama.
Apel gabungan tersebut digelar sebagai bagian dari kesiapan pengamanan tabligh akbar UAS yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (23/5/2026). Polisi menyiapkan pola pengamanan berlapis untuk mengantisipasi membludaknya jamaah.
Momentum ini juga menarik perhatian publik karena sebelumnya rencana kedatangan UAS ke Sulawesi Utara sempat menuai penolakan dari sejumlah organisasi adat di wilayah Minahasa. Beberapa kelompok menyuarakan keberatan melalui pernyataan terbuka dan media sosial, dengan alasan menjaga stabilitas sosial serta sensitivitas antar kelompok di daerah tersebut.
Namun situasi di Kotamobagu justru memperlihatkan atmosfer berbeda. Di Tanah Totabuan, berbagai elemen masyarakat memilih mengedepankan pengamanan dan menjaga kegiatan tetap berlangsung kondusif.
Yang menarik, keterlibatan Manguni Indonesia dalam pengamanan agenda dakwah Islam ikut menjadi sorotan tersendiri. Di Sulawesi Utara, organisasi tersebut selama ini identik dengan semangat kebudayaan dan solidaritas sosial lintas komunitas.
Di tengah riuh perdebatan identitas yang sering memanas di ruang digital, suasana di lapangan justru memperlihatkan praktik toleransi yang berlangsung tanpa banyak gaduh.
Tabligh akbar tersebut sendiri merupakan agenda yang difasilitasi Pemerintah Kota Kotamobagu dengan mengusung tema memperkuat iman, akidah, dan ukhuwah di tengah masyarakat.
Masjid Agung Baitul Makmur dipilih sebagai lokasi utama kegiatan. Masjid ini dikenal sebagai salah satu ikon religi terbesar di Bolaang Mongondow Raya dan kerap menjadi pusat kegiatan keagamaan berskala besar.
Sumber kutipan dan referensi:



