GORONTALO, mimoza.tv – Enam edisi Piala Dunia telah dilalui. Puluhan rekor berhasil dipecahkan. Ratusan juta pasang mata menjadi saksi kehebatan seorang Cristiano Ronaldo. Namun, ada satu mimpi yang hingga akhir kariernya tetap tak pernah berhasil ia genggam: trofi Piala Dunia.
Kekalahan Portugal 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026), menjadi penutup perjalanan sang megabintang di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Setelah pertandingan itu, Ronaldo memastikan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya bersama Portugal di ajang empat tahunan tersebut.
Meski mengakhiri kisah tanpa gelar juara dunia, warisan yang ditinggalkan pemain berjuluk CR7 itu akan sulit ditandingi.
Ronaldo resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia secara beruntun, mulai dari Jerman 2006 hingga Amerika Serikat 2026. Sebuah rekor yang belum pernah dicapai pemain mana pun.
Perjalanan Ronaldo di Piala Dunia dimulai pada 2006 di Jerman. Saat itu, ia masih berusia 21 tahun dan menjadi bagian dari generasi emas Portugal bersama Luis Figo dan Deco. Portugal melaju hingga semifinal sebelum akhirnya finis di peringkat keempat. Ronaldo menyumbang satu gol dan mulai memperkenalkan dirinya kepada panggung dunia.
Empat tahun kemudian di Afrika Selatan, Portugal hanya mampu mencapai babak 16 besar. Ronaldo kembali mencetak satu gol, tetapi gagal membawa negaranya melangkah lebih jauh.
Harapan besar kembali muncul pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun, Portugal justru tersingkir sejak fase grup. Ronaldo hanya mencetak satu gol dalam turnamen yang menjadi salah satu penampilan paling mengecewakan sepanjang kariernya di Piala Dunia.
Di Rusia pada 2018, Ronaldo tampil luar biasa. Ia mencetak empat gol, termasuk hattrick sensasional ke gawang Spanyol pada laga pembuka fase grup. Meski demikian, Portugal kembali terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Uruguay.
Piala Dunia 2022 di Qatar juga belum menjadi akhir penantian. Portugal sempat melaju hingga perempat final, pencapaian terbaik mereka sejak 2006. Namun, langkah mereka dihentikan Maroko. Ronaldo hanya mencetak satu gol dan lebih banyak mengawali pertandingan dari bangku cadangan pada fase gugur.
Kesempatan terakhir datang pada Piala Dunia 2026. Di usia 41 tahun, Ronaldo masih dipercaya memperkuat Portugal. Ia kembali menorehkan tiga gol sekaligus menciptakan sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Namun, kisah indah itu kembali berakhir tanpa trofi. Portugal harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1 di babak 16 besar.
Sepanjang enam kali tampil di Piala Dunia, Ronaldo mencatatkan 26 penampilan dan mengoleksi 11 gol. Catatan itu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui legenda Portugal, Eusébio, yang sebelumnya mengoleksi sembilan gol.
Ironisnya, hampir seluruh gelar bergengsi telah berhasil diraih Ronaldo sepanjang karier profesionalnya. Ia pernah mengangkat trofi UEFA Champions League, menjuarai UEFA European Championship bersama Portugal, hingga membawa negaranya menjuarai UEFA Nations League. Ia juga mengoleksi lima penghargaan Ballon d’Or.
Namun, satu gelar yang paling diimpikan setiap pesepak bola dunia tak pernah berhasil masuk ke lemari trofinya.
Barangkali, itulah ironi terbesar dalam perjalanan Cristiano Ronaldo. Ia berhasil menaklukkan hampir semua panggung sepak bola dunia, tetapi tidak pernah mampu menaklukkan Piala Dunia.
Meski demikian, sejarah kemungkinan akan lebih lama mengingat rekor-rekor yang ia tinggalkan daripada kegagalannya mengangkat trofi. Sebab, menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia adalah pencapaian yang hingga kini masih tampak sangat sulit diulang oleh generasi berikutnya.
Penulis: Lukman



