GORONTALO, mimoza.tv – Perkembangan penyidikan dugaan korupsi proyek Command Center Video Wall Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Gorontalo kembali menyita perhatian.
Kali ini, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Gorontalo, Masran Rauf, terpantau mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, Kamis (23/7/2026).
Dari pantauan mimoza.tv, Masran tiba sekitar pukul 10.00 WITA. Ia mengenalkan kemeja lengan panjang dan mengenakan kopiah haji berwarnah merah maroon. Setelah dari ruang PTSP, kemudian menuju gedung Kotak Bidan Tindak Pidana Khusus, Kejati Gorontalo.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti dalam kapasitas apa Masran mendatangi Kejati. Baik pihak Kejati Gorontalo maupun Masran Rauf belum memberikan keterangan resmi terkait agenda kedatangannya.
Kehadiran Masran menjadi perhatian karena saat proyek Command Center Video Wall dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2022, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Gorontalo.
Seperti diketahui, Kejati Gorontalo sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Command Center Video Wall, yakni RPA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ABBA selaku Direktur PT Priok Integrasi Universal, dan HD selaku Direktur Operasional PT Priok Integrasi Universal.
Penyidik menduga terdapat sejumlah penyimpangan dalam proyek tersebut, mulai dari penganggaran yang tidak sesuai ketentuan, dugaan perbedaan spesifikasi teknis barang, hingga dugaan mark up harga. Kejati juga memperkirakan kerugian keuangan negara dalam perkara ini mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Gorontalo, Dr. Ahmad Hajar Zunaidi, SH., MH., menyatakan penyidikan perkara tersebut masih terus berjalan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum, Ahmad Hajar hanya menjawab singkat, “Nanti kita lihat saja.”
Pernyataan itu mengindikasikan penyidik masih membuka ruang pengembangan perkara berdasarkan alat bukti yang diperoleh selama proses penyidikan.
mimoza.tv masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kejati Gorontalo mengenai kapasitas kedatangan Masran Rauf, termasuk apakah berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Command Center Video Wall atau agenda lainnya.
Penulis: Lukman



