GORONTALO, Mimoza.tv — Pisang goroho kini tak hanya dikenal sebagai pangan lokal khas Gorontalo, tetapi juga semakin digemari sebagai kudapan. Potensi ekonomi komoditas ini pun dimanfaatkan pasangan suami istri, Sri Mitha Mokodompit dan Agus, dengan mengolah pisang goroho menjadi keripik gurih.
Usaha yang dirintis sejak pandemi Covid-19 pada 2020 itu bermula dari kondisi Sri Mitha yang sehari-hari berprofesi sebagai guru sekolah dasar dan harus mengikuti kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Di tengah situasi tersebut, Mitha bersama suaminya memberanikan diri memulai usaha keripik pisang goroho dengan modal seadanya. Dari produksi rumahan, usaha yang berlokasi di Jalan Rambutan, Kelurahan Huangobotu, Kota Gorontalo, tersebut kini berkembang dan mampu menjual ribuan bungkus keripik melalui Store Rumah Keripik Pisang Mitha.
Namun, di balik perkembangan usaha tersebut, tantangan bahan baku masih menjadi persoalan utama.
Mitha mengungkapkan, ketersediaan pisang goroho tidak selalu mudah diperoleh. Sebagai komoditas khas yang tidak tumbuh merata di semua daerah, pasokan pisang goroho menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menjaga kapasitas produksi.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Mitha dan suaminya bahkan harus mendatangkan pisang goroho dari wilayah Marisa, Kabupaten Pohuwato, serta Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Langkah tersebut dilakukan karena produksi pisang goroho di Gorontalo belum mampu memenuhi kebutuhan usaha yang terus meningkat.
Menurut Mitha, kondisi ini menunjukkan adanya peluang ekonomi yang cukup besar jika budidaya pisang goroho dikembangkan secara lebih serius.
Ia berharap pemerintah dapat mendorong dan mendampingi petani untuk meningkatkan penanaman pisang goroho. Dengan begitu, ketersediaan bahan baku bagi pelaku UMKM dapat lebih terjamin sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani lokal.
Di sisi lain, perkembangan usaha ini juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini, Mitha telah mempekerjakan sekitar 10 karyawan.
Tak hanya memproduksi keripik pisang goroho, Rumah Keripik Pisang Mitha juga menyediakan beragam oleh-oleh khas Gorontalo, di antaranya pia, acar, hingga sagela.
Bagi Mitha, keberlangsungan UMKM bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga bagaimana usaha lokal dapat berkembang, membuka lapangan pekerjaan, dan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Mitha pun menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Kota Gorontalo, khususnya kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam mendorong perkembangan sektor UMKM.
Kisah Rumah Keripik Pisang Mitha menjadi gambaran bahwa di tengah tantangan ekonomi, inovasi terhadap produk lokal dapat menjadi peluang usaha. Namun, penguatan dari sisi hulu, terutama ketersediaan bahan baku, tetap diperlukan agar UMKM berbasis komoditas lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan.



