BONE BOLANGO, mimoza.tv – Pokok-pokok pikiran atau pokir anggota DPRD Provinsi Gorontalo Syamsir Djafar Kiayi tidak berhenti pada usulan. Aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui pokir kini diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan bagi warga.
Sebanyak 200 warga, masing-masing 100 warga Desa Tanggilingo dan 100 warga Kelurahan Padengo, menerima bantuan pangan dalam kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Padengo.
Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama jajaran pemerintah provinsi.
Bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan, khususnya di tengah kondisi kemarau dan dampak El Nino.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Syamsir Djafar Kiayi mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang diserap saat reses.
Menurut Syamsir, pokir semestinya tidak hanya dipandang sebagai usulan politik, tetapi harus mampu dibuktikan melalui program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pokir ini sekarang agak negatif di masyarakat. Saya hari ini membuktikan bahwa pokir saya seperti apa yang menjadi aspirasi, kemudian saya sampaikan kepada masyarakat dan pemerintah. Tinggal di provinsi bagaimana mencari contoh penanganannya, apakah sesuai dengan peraturan,” ujar Syamsir.
Ia menegaskan, masih terdapat sejumlah kebutuhan masyarakat yang harus diselesaikan, terutama berkaitan dengan fasilitas dan mekanisme pelaksanaan program.
Karena itu, menurut Syamsir, pemerintah provinsi bersama pihak terkait perlu terus mencari solusi agar aspirasi yang telah disampaikan masyarakat tidak berhenti dalam proses administrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsir juga menyampaikan kembali komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Ia mengatakan, gubernur meminta agar persoalan administratif tidak menjadi penghambat dalam mencari solusi, tentunya tetap dengan memperhatikan aturan yang berlaku.
“Tadi komitmen Pak Gubernur disampaikan, kita jangan terjebak dalam persyaratan administratif, walaupun itu sangat utama. Kalau tidak bisa di pintu sini, kita cari pintu lain,” kata Syamsir, menyampaikan kembali pernyataan Gubernur.
Syamsir menyambut positif komitmen tersebut. Menurutnya, pemerintah dan DPRD perlu bersama-sama mencari jalan keluar atas persoalan masyarakat tanpa membawa kepentingan politik.
“Saya kira sebagai anggota DPR sangat merespons baik inisiatif-inisiatif seperti itu, sehingga masyarakat betul-betul bisa merasa tidak ada interfensi politik,” ujarnya.
Syamsir menambahkan, masih banyak aspirasi masyarakat yang dapat diperjuangkan melalui berbagai program pemerintah.
Menurutnya, setiap aspirasi memiliki jalur dan mekanisme masing-masing, termasuk melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD.
“Aspirasi masyarakat akan terus kita perjuangkan. Banyak pos-pos program yang bisa kita perjuangkan menjadi bantuan melalui berbagai pintu, tentunya sesuai mekanisme. Salah satunya melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD,” katanya.
Kepala Desa Tanggilingo, Mohamad Badu, diwawancarai dilokasi kegiatan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima warganya.
Ia menilai bantuan tersebut menunjukkan masih adanya perhatian pemerintah terhadap masyarakat di tingkat desa, di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga kami. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah Provinsi Gorontalo melalui pokok-pokok pikiran DPRD untuk membantu warga, terutama dalam menstabilkan harga,” kata Mohamad Badu.
Menurutnya, meski anggaran desa mengalami pemotongan, intervensi pemerintah pusat dan daerah tetap dibutuhkan untuk membantu masyarakat.
Ia menyebut berbagai program masih terus dikucurkan hingga ke tingkat bawah untuk menjawab kebutuhan warga.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan penyerahan bantuan pangan. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menyerahkan bantuan rumah layak huni atau Rumah Mahyani kepada penerima manfaat.
Bantuan rumah tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail didampingi jajaran.
Rumah Mahyani ini juga menjadi salah satu bentuk perjuangan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi, melalui pokok-pokok pikirannya. Aspirasi tersebut kemudian diperjuangkan agar dapat direalisasikan melalui dukungan dana BAZNAS dan disalurkan kepada masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan.
Bagi Syamsir, rangkaian bantuan tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui DPRD dapat dikawal hingga menjadi program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
Ia berharap sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah terus diperkuat, sehingga semakin banyak aspirasi masyarakat yang dapat diwujudkan melalui program yang tepat sasaran.
(Lan/mmz03)



