GORONTALO, mimoza.tv — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo tahun ini berlangsung dengan cara yang berbeda.
Selain mengikuti kegiatan keagamaan, warga binaan juga diajak mengekspresikan kreativitas mereka melalui Festival Walima. Sebanyak 14 tolangga dihias dan dilombakan dalam kegiatan yang melibatkan warga binaan dari seluruh blok hunian.
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, mengatakan Festival Walima merupakan bagian dari program pembinaan warga binaan, khususnya dalam membangun kebersamaan dan mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Ini adalah salah satu bentuk program pembinaan. Kita berusaha membaurkan warga binaan dengan masyarakat supaya nanti ketika mereka kembali ke masyarakat, masyarakat bisa menerima keadaan dan kondisi mereka,” kata Junaidi.
Menurut Junaidi, Festival Walima merupakan kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Lapas Kelas IIA Gorontalo. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti warga binaan dari 10 blok hunian.
Masing-masing kelompok mengerjakan tolangga secara gotong royong. Mereka tidak hanya menunjukkan kreativitas dalam menghias, tetapi juga membangun kerja sama di antara sesama warga binaan.
“Mereka berkontribusi, malah berlomba-lomba di masing-masing blok membuat tolangga. Mereka bekerja sama bahu-membahu dan tetap melibatkan keluarga mereka,” ujarnya.
Bagi Junaidi, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan warga binaan dengan keluarga sekaligus memperkecil jarak sosial antara warga binaan dan masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini saya kebetulan yang pertama di sini. Saya sangat bangga dan terharu karena kebersamaan yang dibangun oleh warga binaan itu nyata adanya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dharma Wanita juga turut berpartisipasi. Perlombaan hias tolangga disertai pemberian hadiah bagi warga binaan yang berhasil meraih juara.
Junaidi mengatakan hadiah tersebut bukan semata-mata sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga diharapkan menjadi pemacu semangat warga binaan untuk terus berkreasi dan membangun kebersamaan.
“Mereka yang mendapatkan juara dalam perlombaan festival diberikan hadiah. Tentunya ini akan memberikan motivasi kepada mereka agar tahun depan lebih baik lagi,” tuturnya.
Festival Walima di Lapas Kelas IIA Gorontalo akhirnya tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk berkarya, bekerja sama, serta menjaga hubungan dengan keluarga dan masyarakat.
Bagi Lapas, pembinaan semacam ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan warga binaan agar kelak dapat kembali ke lingkungan sosialnya dengan lebih baik. (rls/luk)



