Gorontalo, mimoza.tv – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Gorontalo (KDEKS) kembali menggelar Bazar Ramadan 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak 19 Februari hingga 15 Maret 2026.
Pembukaan bazar ditandai dengan pemukulan rebana oleh Gusnar Ismail bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, serta Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki. Hadir pula Kanwil Kemenag, sejumlah OPD, serta perwakilan pondok pesantren dan pelaku UMKM.
Sebanyak 175 UMKM terlibat dalam kegiatan ini. Produk yang dipamerkan meliputi olahan pangan, kerajinan, fesyen, hingga pangan organik dari kelompok tani dan pondok pesantren binaan.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan bazar ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
“Bazar Ramadan ini menjadi sarana memperluas akses pasar bagi UMKM, termasuk pesantren, sekaligus memperkuat rantai nilai halal di Gorontalo,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM perlu dibarengi dengan peningkatan literasi dan pemanfaatan teknologi.
“Kami menghadirkan talkshow terkait pengembangan UMKM, ekonomi keuangan digital, serta pelindungan konsumen agar pelaku usaha memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh,” katanya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Gerakan Sadar ZISWAF dan sejumlah lomba bertema UMKM dan ekonomi syariah. Tahun ini, bazar dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari dukungan terhadap pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan.
BI mencatat pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada Triwulan IV 2025 sebesar 6,12 persen (year on year).
Momentum Ramadan diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.Kegiatan ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan menjadi agenda rutin dalam pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Lukman.



