Jumat, Juli 3, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Hilang Kepercayaan, Investor Angkat Kaki dari Gorontalo, Rommy: Kesempatan Emas yang Terbuang

by Lukman
November 13, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv – Iklim investasi di Gorontalo kembali tercoreng. Paska polemik pencurian di pabrik tapioka Desa Tri Dharma, Kecamatan Pulubala, pasangan investor yang baru menanamkan modalnya di daerah ini akhirnya memutuskan hengkang.
Mereka, kata kuasa hukumnya Rommy Pakaya, SH, menyatakan tidak lagi melanjutkan kegiatan usaha di Gorontalo karena menilai situasi sudah tidak kondusif bagi keberlangsungan investasi.

“Klien saya sudah menyampaikan bahwa mereka kecewa. Mereka menyesal telah berinvestasi di Gorontalo. Mereka akan cabut dan tidak akan kembali lagi,” ujar Rommy saat diwawancarai, Kamis (13/11/2025).

Menurut Rommy, keputusan itu diambil setelah melihat rangkaian aksi unjuk rasa, tekanan sosial, hingga dugaan intervensi terhadap proses hukum yang tengah berjalan.

“Mereka bilang, kalau baru mulai saja sudah begini, bagaimana nanti kalau pabrik beroperasi? Setiap masalah kecil bisa dibawa ke jalan, bisa diintervensi. Mereka tidak mau ribut-ribut,” ungkapnya.

Rommy menyebut, kliennya sempat mencoba bertahan. Namun sikap sebagian pihak yang justru menekan agar laporan pencurian dicabut membuat mereka merasa tidak lagi dihargai sebagai investor.

“Kalau perkara lanjut kita dianggap menindas masyarakat Isimu. Jika kita cabut nanti akan kebiasaan dan kita akan diperlakukan semena-mena. Jadi mereka merasa seolah-olah tidak ada perlindungan hukum yang pasti. Akhirnya mereka memilih berhenti total,” tegasnya.

Ia menyayangkan hilangnya peluang besar bagi daerah. Pabrik tersebut, kata Rommy, seharusnya menjadi salah satu proyek strategis yang membuka lapangan kerja dan memberi kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.

“Ini kesempatan emas yang terbuang. Pabrik itu bisa menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong ekonomi di Pulubala. Tapi semuanya gagal hanya karena iklim yang tidak kondusif,” sesalnya.

Rommy menambahkan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melanjutkan proses hukum yang sudah berjalan, setidaknya untuk para tersangka dewasa.

“Untuk anak-anak di bawah umur, kami terbuka mengikuti mekanisme diversi. Tapi perkara pokoknya tetap lanjut, karena ini soal keadilan dan kepastian hukum,” pungkasnya.

Penulis: Lukman.

Tags: GorontaloInvestorpabrik tapioka

Berita Terkait

Ketika Sorak untuk Sherly Reda, Apa Dampak PENAS bagi Petani Gorontalo?

Juni 29, 2026
Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pemeliharaan berkala Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Gorontalo, Senin (29/6/2026). Foto: Lukman/mimoza.tv

24 Saksi Sudah Diperiksa, Sidang Dugaan Korupsi Pemeliharaan Jalan Nani Wartabone Masih Berlanjut

Juni 29, 2026
Hamparan eceng gondok menutup sebagian besar permukaan Danau Limboto di Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo. Pertumbuhan gulma air yang sulit dikendalikan menyebabkan jalur perahu nelayan terganggu dan berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat yang bergantung pada danau. Foto: Audy Anastasya.

Danau Limboto Kembali Dikepung Eceng Gondok, Nelayan Kehilangan Jalur dan Penghasilan

Juni 25, 2026

Gorontalo Jadi Panggung Nasional, Prabowo Dorong Transformasi Teknologi Pertanian

OJK Manfaatkan PENAS XVII untuk Tingkatkan Literasi dan Perlindungan Konsumen

27 Ribu Pengunjung, Rp3,7 Miliar Transaksi: PESONA SERLIGO Tinggalkan Jejak Ekonomi di Gorontalo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version