Gorontalo, mimoza.tv — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Ballroom lantai 4 KPwBI Gorontalo, Jumat (28/11/2025). Acara ini menjadi panggung evaluasi ekonomi daerah sekaligus penyampaian arah kebijakan menuju 2026, disampaikan langsung oleh Plh Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro.
“Pertemuan tahun ini membawa pesan penting: kita harus tangguh dan mandiri, serta memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan,” ujar Ciptoning membuka paparan.
Ciptoning mengungkapkan bahwa ekonomi Gorontalo pada Triwulan III 2025 tumbuh 5,49 persen (yoy).
“Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, dan bahkan melampaui kinerja nasional dan kawasan Sulampua,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan struktur ekonomi Gorontalo masih bertumpu pada tiga lapangan usaha: pertanian, perdagangan, dan konstruksi.
“Dari sisi pengeluaran, konsumsi masyarakat, investasi, dan belanja pemerintah masih menjadi penopang utama. Secara umum, ekonomi kita tumbuh positif di hampir semua sektor,” ujarnya.
Ia juga memaparkan soal kondisi inflasi di Provinsi Gorontalo per Oktober 2025 tercatat 2,44 persen (yoy).
“Inflasi kita stabil dan terkendali, serta masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5 ± 1 persen,” jelas Ciptoning.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sejumlah komoditas tetap harus diwaspadai.
“Beras, cabai, dan komoditas barito masih menjadi penyumbang inflasi yang persisten. Kita perlu meningkatkan efisiensi tata niaga dan rantai pasok,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya langkah jangka panjang.
“Produksi pangan strategis harus terus didorong. Gerakan menanam dan program taksi nelayan perlu kita hidupkan kembali untuk menjaga pasokan,” tambahnya.
TPID dan Strategi 4K Jadi Tumpuan
Ciptoning menegaskan bahwa keberhasilan menahan inflasi sepanjang 2025 tidak lepas dari sinergi TPID.
“Empat pilar 4K—keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif—harus terus dijalankan secara disiplin,” ucapnya.
Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga
Stabilitas sistem keuangan Gorontalo pada 2025 berada dalam kondisi aman.
“Kredit kita tumbuh moderat 3,65 persen, likuiditas kuat dengan DPK tumbuh 9,47 persen, dan kualitas kredit tetap terjaga karena NPL berada di bawah 5 persen,” jelas Ciptoning.
QRIS Melejit, Semua Pemda Berstatus Digital
Pemanfaatan transaksi digital di Gorontalo meningkat drastis.
“Pada triwulan IV 2025, volume transaksi QRIS melesat 259 persen dan nilai transaksinya tumbuh 146 persen. Ini bukti bahwa masyarakat dan pelaku usaha semakin nyaman dengan pembayaran digital,” katanya.
Ia turut mengapresiasi semua pemerintah daerah di Gorontalo.
“Seluruh Pemda kita sudah mencapai status ‘digital’ dalam indeks elektronifikasi transaksi. Ini sangat penting untuk mendorong PAD dan tata kelola yang lebih efektif,” ujarnya.
Dorongan Serius untuk UMKM
Ciptoning menjelaskan bahwa BI sepanjang 2025 mendorong pengembangan sektor riil melalui tiga aspek: korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan.
“Sinergi pengembangan UMKM, klaster pangan, dan ekonomi syariah terus kami perkuat. Kegiatan seperti HACF & GKK, PESONA TAMETO, hingga Gebyar UMKM terbukti memberikan dampak peningkatan omzet bagi pelaku usaha,” tutur Ciptoning.
Outlook 2026: Tantangan Masih Berat
Dalam outlooknya, BI Gorontalo menilai 2026 masih dibayangi berbagai risiko.
“Ketidakpastian geopolitik global, pergeseran arus modal, hingga ancaman perubahan iklim akan mempengaruhi ekonomi nasional dan daerah,” kata Ciptoning.
Untuk Gorontalo sendiri, ia menekankan beberapa catatan.
“Produktivitas pertanian harus ditingkatkan, hilirisasi masih lemah, dan ekosistem investasi harus diperkuat. Disparitas harga antar waktu dan antar wilayah juga perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan pariwisata, digitalisasi pembayaran, serta kualitas SDM masih harus ditingkatkan agar pertumbuhan daerah tidak stagnan.
Meski begitu, BI tetap optimistis.
“Kami memprakirakan ekonomi Gorontalo pada 2026 akan tumbuh 5,50 sampai 6,50 persen, dengan inflasi tetap dalam rentang sasaran nasional,” ungkapnya.
Lima Fokus Menuju Gorontalo Maju
BI juga menyoroti lima fokus kebijakan Pemprov Gorontalo sebagai fondasi ekonomi daerah: agro-maritim, penguatan SDM, UMKM, infrastruktur dan digitalisasi, serta pariwisata termasuk Geopark.
“Kemajuan Gorontalo hanya bisa terwujud bila kita menjaga sinergi dan kolaborasi. Momentum yang sudah baik di 2025 harus kita tingkatkan pada 2026,” kata Ciptoning menutup presentasinya. (rls/luk).



