Beranda Hukum & Kriminal Danrem Tutup Latihan Kesiapan Pratugas Yonif 713/Satya Tama

Danrem Tutup Latihan Kesiapan Pratugas Yonif 713/Satya Tama

55
0

Gorontalo, mimoza.tv – Komandan Korem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw resmi menutup latihan Kesiapan Pratugas Tahap 1 Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/Satya Tama Tahun Anggaran 2019, Kamis (31/5/2019), yang di gelar di aula Mayonif 713/Satya Tama, Desa Tinelo Kecamatan Telaga Biru, Gorontalo.

Dalam Amanatnya Danrem mengungkapkan, terima kasih kepada seluruh prajurit yang terlibat dalam latihan. Sekalipun dalam nuansa puasa Ramadan, selama kurang lebih tiga minggu para prajurit Yonif 713/Satya Tama telah mampu mengikuti latihan ini dengan penuh semangat serta disiplin yang tinggi.

“Dengan semangat dan disiplin yang tinggi, kegiatan latihan dapat terlaksana dengan baik sesuai sasaran latihan yang diinginkan. Selaku pribadi dan atas nama komando saya menyampaikan terimakasih atas partisipasi aktif dari segenap prajurit Yonif 713/Satya Tama dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan latihan ini,” ujar Arnold dalam sambutannya.

Lanjut Danrem, dengan berakhirnya latihan tersebut, para prajurit Yonif 713/Satya Tama yang dipersiapkan untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, diharapkan untuk memiliki kesiapan yang tinggi dalam mengahadapi penugasan yang akan diemban.

Untuk itu materi yang telah di latihkan maupun pengetahuan yang di berikan pada latihan pratugas ini baik yang berkaitan dengan materi taktik dan teknik, maupun materi pembekalan hendaknya dijadikan referensi dan pedoman dalam rangka pelaksanaan latihan tahap berikutnya.

“Materi yang diberikan harus dikuasai secara maksimal, sehingga pada latihan tahap berikutnya nanti sebagai tahap aplikasi, diharapkan masing-masing prajurit tidak mengalami kesulitan dan hambatan dilapangan,” tegas Danrem.

Dirinya juga mengingatkan, dalam skenario latihan telah dilatihkan, juga harus dijadikan pedoman sehingga gambaran tugas yang akan dihadapi nantinya lebih jelas pada saat aplikasi tahap II nanti.

Prajurit dituntut mampu menerapkan teori dasar yang diberikan maka tekadnya harus selalu semangat. Dengan semangat kegiatan atau tugas akan terasa lancar serta pedomani arti kata yang dicetuskan SEJATI (Semangat, Jaga dan tingkatkan keprofesionalisme keprajuritan serta Rendah hati).

Satu hal lagi yang saya ingatkan, meski pun latihan pratugas sudah ditutup tetapi latihan pemeliharaan kemampuan harus tetap dilaksanakan dan ikuti terus perkembangan situasi sebagai bekal para prajurit dalam melaksanakan tugas,” tandas Danrem.(luk)