Selasa, Juli 21, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Dua Remaja ini Sulap Limbah Jagung dan Kelapa Jadi Filter Knalpot, Mampu Pangkas Polusi hingga 93 Persen

by Lukman
Juli 20, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza.tv – Inovasi besar tak selalu lahir dari laboratorium canggih. Dua remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Kiambu, Kenya, membuktikan bahwa limbah pertanian pun bisa menjadi solusi nyata untuk mengatasi polusi udara.

Dikutip mimoza.tv dari Mongabay.com, Fredrick Njoroge Kariuki dan Miron Onsarigo berhasil mengembangkan HewaSafi, sebuah filter emisi knalpot kendaraan berbahan dasar limbah tempurung kelapa, tongkol jagung, alga spirulina, serta sejumlah material daur ulang lainnya.

Inovasi tersebut mengantarkan keduanya meraih Earth Prize tingkat Afrika pada 12 Mei. Penghargaan dari Earth Foundation yang berbasis di Swiss itu diberikan kepada remaja berusia 13 hingga 19 tahun yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan.

Nama HewaSafi sendiri berasal dari bahasa Swahili yang berarti “udara bersih”.

Berawal dari Pengalaman Pribadi Bagi Kariuki, proyek ini bukan sekadar tugas sekolah. Ia tumbuh di kawasan industri Nakuru dan sejak usia 10 tahun mengidap penyakit paru-paru kronis yang diduga berkaitan dengan buruknya kualitas udara.

“Masalah polusi udara sangat personal bagi kami, dan itulah mengapa kami mulai memikirkan solusi. Awalnya ini adalah sebuah kepedulian sebelum menjadi sebuah proyek,” kata Kariuki kepada Mongabay.

Sementara rekannya, Miron Onsarigo, mengaku sejak kecil menyaksikan banyak warga di lingkungannya mengalami penyakit serius yang berkaitan dengan polusi udara.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara menyebabkan sekitar 4,4 juta kematian dini setiap tahun di seluruh dunia, dengan emisi kendaraan menjadi salah satu penyumbang utama di kawasan perkotaan.

Filter Murah, Hasilnya Mencengangkan HewaSafi dirancang menggunakan lima ruang penyaringan yang masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk menangkap polutan dari gas buang kendaraan.

Dalam uji coba yang dilakukan pada lima unit matatu—angkutan umum minibus khas Kenya—di koridor Jalan Thika, Nairobi, hasilnya cukup mengejutkan.

Filter tersebut mampu:

Mengurangi partikel halus PM2.5 hingga 93,3 persen.

Menurunkan emisi karbon monoksida sebesar 42 persen.

Menyerap karbon dioksida (CO₂) hingga 21,4 persen.

PM2.5 merupakan partikel mikroskopis yang dapat masuk hingga ke paru-paru dan aliran darah sehingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit pernapasan maupun kardiovaskular.

“Kita semua tahu gas rumah kaca menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim. Ketika kita mampu menyaring karbon dioksida, kita dapat mengurangi jumlah gas tersebut yang dilepaskan ke atmosfer,” ujar Kariuki.

Lebih Murah dari Produk Komersial Keunggulan lain dari HewaSafi adalah biaya produksinya yang jauh lebih rendah dibanding filter komersial.

Jika filter yang beredar di pasaran dibanderol sekitar 50.000 shilling Kenya atau hampir 390 dolar AS, prototipe HewaSafi hanya membutuhkan biaya sekitar 16.288 shilling atau sekitar 126 dolar AS.

Ketua panel juri Earth Prize, Agustín Ocaña Escobar, menilai proyek tersebut tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi juga solusi teknis yang realistis.

“Yang membuat proyek mereka kuat adalah mereka tidak hanya menyajikan sebuah ide, tetapi juga jalur teknis yang nyata menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh, termasuk limbah pertanian dan alga,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Masih Terkendala Pendanaan Meski telah meraih penghargaan regional, kedua remaja tersebut mengaku masih menghadapi tantangan besar, yakni keterbatasan pendanaan.

Sekolah mereka membantu menyediakan fasilitas penelitian, bahan baku, akses internet, hingga bantuan hukum untuk proses paten.

Sebagai pemenang Earth Prize tingkat regional Afrika, tim HewaSafi memperoleh dana sebesar 12.500 dolar AS untuk mengembangkan inovasi tersebut sekaligus mendapatkan pendampingan dari Earth Foundation.

Ke depan, mereka menargetkan memproduksi sekitar 1.200 unit filter bekerja sama dengan pengrajin lokal dan menguji teknologi itu pada 200 kendaraan. Mereka juga bercita-cita memperluas penerapan HewaSafi ke berbagai negara di Afrika melalui model waralaba.

“Saya tidak ingin melihat anak lain mengalami penyakit paru-paru kronis seperti yang saya alami. Itulah yang membuat saya terus bersemangat,” kata Kariuki.

Sumber: Artikel Mongabay.com, dikutip oleh mimoza.tv.

Tags: filter knalpotkelapaknalpotlimbah jagungpolusi

Berita Terkait

Karya Seni Narapidana Lapas Pohuwato Tampil Dalam Event Internasional WCD, Kamis (21/9/2023).

Karya Seni Bang Napi Lapas Pohuwato Tampil di Event Internasional WCD

September 22, 2023
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version