Beranda Ekonomi Jelang Bulan Puasa, Harga Bapok Di Pasar Limboto Mulai Naik

Jelang Bulan Puasa, Harga Bapok Di Pasar Limboto Mulai Naik

74
0

Gorontalo, mimoza.tv – Menjelang bulan suci Ramadhan yang sudah tak lama lagi, harga sejumlah bahan pokok (Bapok) di pasar Shopping Center Limboto Kabupaten Gorontalo mulai mengalami kenaikan.

Dari pengakuan beberapa pedagang di pasar tersebut, harga bumbu dapur mendominasi kenaikan harga tersebut. Sebut saja bawang putih, yang harganya semula Rp. 35.000 per kilogram (Kg), kini naik menjadi Rp. 40.000.

“Bawang merah juga harganya sudah naik10 ribu rupiah. Harganya dari Rp. 32.000 per kilogram, naik jadi Rp. 42.000,” ujar Fatmah, salah satu pedagang di pasar tersebut, Rabu (24/4/2019).

Tak hanya kedua jenis bawang, Fatmah juga mengatakan, kemiri yang awalnya di jual dengan harga Rp. 22.000 naik 45.000 per kilogram, cabe rawit dari Rp. 60.000 melonjak ke Rp. 120.000 per kilogram, cabe merah kriting dari Rp. 30.000 naik 60.000 per kilogram, sementara tomat dari Rp. 5.000 naik menjadi Rp. 8.000.

Dari pantauan juga, kenaikan juga terjadi pada daging. Untuk harga ayam pedaging yang semula Rp. 55.000 per ekor, kini naik Rp. 70.000. Sementara untuk harga ayam kampung dari Rp. 70.000 naik Rp.125.000.

Untuk harga daging sapi terbilang stabil bertahan pada kisaran harga Rp. 110.000 – 120.000/kg.

Naiknya harga bapok ini tak hanya dirasakan oleh pedagang. Konsumen di pasar tersebut juga mengeluhkan kenaikan bumbu dapur tersebut.

Lenny Djafar, salah satu warga yang berdomisili di Kelurahan Hepuhulawa mengelukan, bahkan menurut dia, kenaikan harga bahan pokok ini cukup berdampak pada daya beli masyarakat.

“Kalau waktu menjelang puasa pada tahun lalu, justru harganya stabil. Malah beberapa rempah-rempah harganya turun. Saat ini malah naik drastis. Tapi mau bagaimana?, harus ikut harga yang ada,” ungkap Lenny.

Dirinya menambahkan, untuk bahan lainnya seperti minyak goreng, tepung, gula, telur dan bahkan beras dan sayur mayur,  harganya relatif, naik dan turun tidak terlalu signifikan.

“Kami berharap, pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bapok ini, barangkali dengan pasar murah, operasi pasar atau program pangan murah lainnya,” pungkas Lenny.(luk)