Beranda Hukum & Kriminal Jenguk Ahmad Dhani, Sandi Soroti Penegakan Hukum dan Kapasitas Rutan

Jenguk Ahmad Dhani, Sandi Soroti Penegakan Hukum dan Kapasitas Rutan

37
0
Sandiaga Uno mengunjungi musisi Ahmad Dhani di Rutan Kelas I Surabaya, Sabtu,16 Februari 2019. (Foto: Petrus Riski/VOA)

Gorontalo, mimoza.tv – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi musisi Ahmad Dhani yang ditahan di Rutan Kelas I Surabaya, di Sidoarjo, untuk memberikan dukungan dan semangat agar kuat menjalani proses hukum. Hal ini disampaikannya kepada VOA setelah keluar dari rutan itu

“Kita juga berdoa agar proses hukum Ahmad Dhani berlangsung dengan penuh keadilan. Tidak tebang pilih. Tidak tajam ke satu sisi dan tumpul ke sisi yang lain. Hukum itu tidak digunakan untuk memukul lawan, tapi memihak kepada kawan, itu yang menjadi harapan kita,” ujar Sandiaga Uno.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, mengatakan kasus hukum yang dialami Ahmad Dhani merupakan bukti pelaksanaan hukum secara tidak adil. Priyo menilai penahanan Ahmad Dhani justru menjadikannya sebagai martir bagi penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia, serta martir bagi pemenangan Prabowo-Sandi.

“Ini perlakuan rezim penegakan hukum di negeri kita kali ini adalah demikian tidak adilnya. Atas salah apa kemudian Ahmad Dhani tergesa harus mendapatkan perlakuan persekusi dan menjalani hukuman sampai ditahan semacam ini. Ini adalah rezim penegakan hukum yang tidak adil, yang tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” ujar Priyo.

“Saya menduga, kalau hal semacam ini diulang dan diulang terus, saya kira Ahmad Dhani bisa menjadi martir bagi penegakan demokrasi dan penegakan hukum. Ahmad Dhani martir dari pemenangan Prabowo-Sandi yang menginginkan adanya penegakan hukum atas dasar keadilan, bukan lagi pesanan-pesanan ataupun hal-hal lain di luar penegakan hukum,” pungkasnya.

Selain menyoroti kasus hukum yang menimpa Ahmad Dhani, Sandiaga Uno juga mengkritisi kondisi lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan di seluruh Indonesia yang kelebihan kapasitas. Mereka yang ditahan umumya terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

“Kita perlu soroti adalah over capacity. Di sini kapasitasnya hanya 700, tapi 2.900 yang menempati lembaga pemasyarakatan ini, dan 80 persen lebih adalah pengguna narkoba. Jadi ini mestinya menjadi catatan kita, bahwa ini terjadi di seluruh lembaga pemasyarakatan yang sudah dibanjiri oleh para napi yang tekena kasus narkoba sebagai pengguna,” kata Sandi.

“Dan kita sudah menjadi narco state, negara yang darurat terhadap narkoba, karena mau dibangun berapa pun juga jumlah kapasitasnya, kalau jumlah pengguna narkoba terus meningkat seperti ini, dan kapasitasnya sangat membludak,” kata Sandi menambahkan.

Priyo Budi Santoso, yang juga Sekjen Partai Berkarya, menegaskan akan mendorong pihak terkait untuk mengupayakan solusi untuk mengatasi kelebihan kapasitas di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan.

“Saya akan tetap meminta lewat jalur-jalur yang ada, agar masalah over kapasitas dari tahanan-tahanan dan lapas-lapas ini segera dicarikan solusi, karena kita punya dana untuk itu,” tandas Priyo. [pr/em]