Beranda Sosial Budaya Kacang Dan Pisang, Tradisi Separuh Ramadan

Kacang Dan Pisang, Tradisi Separuh Ramadan

29
0
Pedagang pisang dan kacang saat perayaan malam Qunut di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Gorontalo, mimoza.tv – Beberapa daerah di Indonesia punya tradisi khas saat bulan puasa. Salah satunya adalah tradisi makan pisang dan kacang di pasar malam. Tradisi ini pun menandakan ibadah di bulan puasa sudah separuh perjalanan dilewati. Di gorontalo, tradisi Malam Qunut ini di Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, ditandai dengan digelarnya pasar malam.

Tradisi yang dilaksanakan saat memasuki malam ke 16 Ramadan tersebut, hingga saat ini masih terus dipertahankan oleh masyarakat islam di Batudaa. Uniknya, pada pasar malam ini, didominasi oleh pedagang pisang dan kacang.

Masyarakat Batudaa menyelenggarakan kegiatan ini, tak lain sebgai wujud syukur telah melewati separuh puasa, juga mengikuti kebiasaan atau melestarikan tradisi para leluhur.

Konon, pasangan pisang dan kacang  mengandung filosofi yang kuat untuk peradaban di Gorontalo.Ada beberapa versi mengenai asal mula tradisi Malam Qunut. Sebagian masyarakat menyebutkan, tradisi ini bermula dari kebiasaan masyaarakat Batudaa pada malam pertengahan Ramadan yang sering mandi usai shalat Tarwih.

Masyarakat disekitar wilayah Batudaa ikut melaksanakan tradisi serupa, sehingga jumlah warga yang ingin melaksanakan mandi itu semakin banyak. Disaat menunggu giliran mandi  itu, sebagian warga menyiapkan camilan berupa pisang dan kacang.

Camilan ini rupanya dinikmati warga. Seiring waktu, ritual mandi mulai hilang dan ditinggalkan. Dan yang bertahan hingga saat ini adalah tradisi makan pisang dan kacang. Hal ini juga dikarenakan tidak ada lagi penerus tradisi mandi malam Qunut tersebut.(luk)