Gorontalo, mimoza.tv – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menyatakan kesiapannya berdiri bersama mahasiswa jika Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, tidak menemui massa aksi pada Senin mendatang. Hal itu disampaikan Thomas saat menerima ribuan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang berunjuk rasa di Rumah Dinas Jabatan Gubernur, Jumat (29/8/2025).
Awalnya, mahasiswa mendesak agar Gubernur, Ketua DPRD, dan Kapolda Gorontalo hadir menemui mereka. Namun, baik Gubernur maupun Kapolda tidak berada di tempat karena sedang dinas luar daerah.
Di hadapan massa, Thomas berjanji akan mengatur pertemuan pada Senin nanti. Ia bahkan menegaskan siap mundur dari jabatannya jika dirinya tidak hadir memenuhi janji tersebut.
“Teman-teman mahasiswa, Senin nanti saya akan hadir menemui kalian. Jika saya tidak datang, saya siap mundur dari jabatan Ketua DPRD,” tegas Thomas.
Meski demikian, mahasiswa tetap mendesak agar Gubernur juga menunjukkan sikap yang sama. Mereka menilai pernyataan Thomas belum cukup memberi kepastian, mengingat yang ditunggu massa adalah kehadiran Gubernur.
“Saya tidak bisa menjamin Pak Gubernur akan mundur dari jabatannya jika tidak hadir. Tapi kalau saya pribadi tidak hadir, maka saya akan mundur,” tambahnya.
Suasana di halaman Rudis sempat memanas. Massa membakar ban bekas dan memenuhi area sebagai bentuk kekecewaan. Meski begitu, aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian itu tetap berjalan tertib.
Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan bahwa mereka akan kembali turun dengan jumlah lebih besar jika Gubernur Gusnar tidak hadir pada Senin.
Penulis: Lukman.
Editor: Redaksi mimoza.tv