GORONTALO, mimoza.tv – Ketua Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) DPW NasDem Provinsi Gorontalo, Rakhmatiyah Deu, angkat bicara dan melayangkan kecaman keras terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang menyerang Partai NasDem melalui laporan utama bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Menurutnya, narasi yang dibangun Tempo telah melampaui batas jurnalisme sehat dan berubah menjadi alat penghancuran martabat partai.
“Kami sangat menyayangkan kebiadaban opini yang dibangun Tempo. Ini bukan lagi soal kebebasan pers, melainkan upaya sistematis untuk merendahkan muruah perjuangan kami,” tegas Rakhmatiyah Deu dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Rakhmatiyah membedah empat poin krusial yang menunjukkan betapa berita tersebut telah menyimpang dari kode etik jurnalistik dan merugikan NasDem secara mendalam:
Penghinaan Terhadap Ideologi Melalui Simplifikasi Sesat
Penyematan label “PT” dan “Tbk” dinilai sebagai upaya degradasi nilai perjuangan ribuan kader menjadi sekadar kalkulasi bisnis. Rakhmatiyah menegaskan bahwa tuduhan partai dikelola layaknya perusahaan adalah penghinaan bagi semangat Restorasi. “
Tempo mengabaikan struktur organisasi dan aspirasi daerah yang kami bangun dengan darah dan keringat, lalu menyederhanakannya seolah-olah ini hanya soal laba-rugi bisnis,” ujarnya geram.
Narasi Spekulatif Tanpa Bukti Formal
Terkait tuduhan “pertemuan rahasia” atau “rencana merger”, Rakhmatiyah menyebut hal itu sebagai khayalan yang tidak memiliki basis data valid.
“Jurnalisme harus bicara fakta, bukan opini yang menghakimi. Jika hanya berdasar sumber anonim tanpa dokumen resmi, kami berhak menyatakan ini adalah opini subjektif yang dibungkus seolah-olah investigasi demi menyudutkan kami,” tambahnya.
Karikatur Provokatif yang Merendahkan Martabat
Visual sampul yang mendistorsi wajah Surya Paloh disebut sebagai bentuk pelecehan terhadap tokoh bangsa.
Rakhmatiyah mengingatkan bahwa pers memiliki kewajiban menghormati norma kesopanan dan asas praduga tak bersalah. Visual yang dibuat tendensius untuk menciptakan kesan negatif di publik membuktikan bahwa Tempo telah meninggalkan objektivitasnya.
Dampak Kerugian Riil Bagi Kader dan Partai
Rakhmatiyah menekankan bahwa character assassination ini membawa dampak buruk yang nyata, mulai dari terganggunya psikologis kader di akar rumput, ancaman terhadap elektabilitas partai, hingga rusaknya kredibilitas institusi.
“Kader kami di bawah gaduh karena fitnah ini. Masyarakat yang tidak membaca secara mendalam bisa termakan persepsi bahwa partai ini adalah barang dagangan yang bisa dipindah-tangankan. Ini sangat jahat,” tuturnya.
Sebagai penutup, Rakhmatiyah Deu menegaskan bahwa langkah NasDem membawa kasus ini ke Dewan Pers dan menggelar unjuk rasa adalah pesan keras kepada industri media.
“Kebebasan pers tidak berarti boleh menghalalkan segala cara, termasuk spekulasi yang merusak nama baik. Kami tidak akan tinggal diam ketika harga diri partai kami diinjak-injak oleh narasi yang kehilangan hati nurani,” pungkasnya. (rls).



