Selasa, Juli 28, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Kristina M. Udoki: Jangan Hanya Pamer Karawo, Kenalkan Sejarahnya

by M. Ahmad
Juli 28, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza.tv – Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah mempersiapkan pelaksanaan Festival Karawo yang menjadi agenda tahunan dan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Gorontalo. Setiap OPD turut mengalokasikan anggaran untuk menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari menampilkan karya sulaman Karawo hingga berbagai rangkaian acara pendukung.

Namun, di balik besarnya persiapan dan anggaran yang digelontorkan, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina M. Udoki, yang akrab disapa Femy, mengingatkan agar Festival Karawo tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan atau sekadar menampilkan desain sulaman yang indah. Menurutnya, festival tersebut harus menjadi momentum untuk memperkenalkan sejarah Karawo sebagai warisan budaya asli Gorontalo kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Femy usai mengikuti rapat pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Dulohupa DPRD Provinsi Gorontalo.

Menurut Femy, keterlibatan hampir seluruh OPD dalam Festival Karawo sudah menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya daerah. Namun, ia menilai upaya tersebut akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai perjalanan sejarah Karawo dan perjuangan mempertahankan identitas budaya Gorontalo.

“Festival Karawo ini hampir melibatkan seluruh OPD. Karena itu, jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah Karawo kepada masyarakat,” ujar Femy.

Ia menjelaskan, masyarakat, terutama generasi muda, perlu mengetahui bahwa Karawo tidak hanya bernilai ekonomi melalui hasil karya para perajin, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang panjang. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya perjuangan untuk melindungi Karawo dari berbagai klaim yang pernah muncul.

“Masyarakat harus mengetahui bahwa ada perjuangan untuk menyelamatkan Karawo dari berbagai klaim. Abdullah Karim bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo saat itu telah mendaftarkan hak Karawo. Langkah itu menjadi bagian penting dalam melindungi Karawo dari berbagai klaim yang pernah muncul,” katanya.

Lebih lanjut, Femy mengenang pengalamannya saat masih aktif sebagai jurnalis. Ia mengaku pernah menulis tentang perjuangan Abdullah Karim dalam memperjuangkan perlindungan Karawo sebagai kain sulaman khas Gorontalo. Saat itu, Abdullah Karim yang menjabat sebagai anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo memiliki perhatian besar terhadap upaya penyelamatan Karawo dari berbagai klaim.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Femy berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat menghadirkan satu sesi khusus dalam setiap penyelenggaraan Festival Karawo yang mengulas sejarah lahirnya Karawo, proses perlindungan hak kekayaan intelektualnya, hingga peran para tokoh yang berjasa mempertahankan Karawo sebagai identitas budaya Gorontalo.

“Generasi muda jangan hanya mengenal Karawo sebagai kain sulaman yang indah. Mereka juga harus mengetahui sejarah dan perjuangan di balik Karawo hingga tetap diakui sebagai budaya asli Gorontalo. Saya berharap setiap Festival Karawo menghadirkan sesi pengenalan sejarah Karawo agar nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Femy.

Femy mengungkapkan, Karawo pernah diklaim berasal dari daerah tetangga bahkan dari luar negeri. Menurutnya, fakta sejarah tersebut harus menjadi pelajaran agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

“Pernah ada yang mengklaim Karawo berasal dari daerah tetangga, bahkan ada yang menyebut dari Filipina. Padahal Karawo adalah budaya asli Gorontalo. Sejarah perjuangan itu harus terus disampaikan kepada masyarakat agar mereka memahami dan ikut menjaga warisan budaya yang kita miliki,” tutup Femy.

Ia berharap Festival Karawo ke depan tidak hanya menjadi panggung untuk memamerkan keindahan motif dan kreativitas para perajin, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya yang memperkenalkan sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai yang terkandung di balik kain sulaman khas Gorontalo. Dengan demikian, Festival Karawo tidak hanya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas budaya Gorontalo.

(Lan/mmz03)

Tags: aleg DPRD Provinsi GorontaloFemy udokiKARAWO

Berita Terkait

Oplus_131072

Terkait Isu Dugaan Suap Oknum Aleg DPRD, Warga Desak UK Cs Ikuti Langkah PKS

Maret 12, 2025
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan tiga agenda masing-masing; Gorontalo Karnaval Karawo,, Festival Pohon Cinta, dan Festival Pesona Danau Limboto, yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara atau KEN tahun 2024, yang digelar di Ball Room Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Gorontalo, Rabu (28/2/2024). Foto : Lukman/mimoza.tv.

Begini pesan Sandiaga Uno Saat Luncurkan Kharisma Event Nusantara

Februari 28, 2024
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) dan pemerintah Provinsi Gorontalo resmi mencanangkan Hari Karawo dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2024 di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Ahad (21/1/2024).

BI dan Pemprov Gorontalo Canangkan Hari Karawo dan GKK

Januari 21, 2024

Tingkatkan SDM Pengrajin Karawo, BI dan Dekranasda Gorontalo Gelar Pelatihan

Silaturahmi Ke Galeri UMKM, Rachmat Gobel Apresiasi KPwBI Gorontalo

Ketika Sulam Karawo Membahana di  Indonesia Fashion Week 2023

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version