Sabtu, Februari 7, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Pengisian Kuota Pejabat P2UPD Provinsi Gorontalo Tanpa Kriteria Jelas

by Lukman Polimengo
Agustus 1, 2019
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suasana pelantikan Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Selasa (30/7/2019).

Suasana pelantikan Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Selasa (30/7/2019).

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv – Pelantikan Pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Selasa (30/7/2019), menuai sorotan. Pasalnya Pejabat Pengawas Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD)  yang dilantik tidak diketahui persis apa yang menjadi kriteria penilaian. Dari 24 orang yang telah memiliki sertifikat kompotensi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), hanya 18 orang yang dilantik. Ironisnya lagi penentuan Pejabat P2UPD tanpa mempertimbangkan lama pengabdian mereka di Instansi itu. Bahkan ada beberapa yang berasal dari instansi lain.

“Entah apa yang menjadi kriteria penilaian dalam memilih 18 orang untuk dilantik terlebih dahulu,” ujar sumber yang namanya tidak mau dipublis.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Gorontalo, Sukri Suratinoyo, saat dimintai keterangannya mengatakan, pengisian 18 Pejabat P2UPD berdasarkan kuota yang telah disetujui  Mendagri.

Baca juga

Simulasi Penanganan Stroke Digelar di RS Aloei Saboe, Tekankan Kecepatan Deteksi Dini

Korupsi di Gorontalo, Sebuah Pengkhianatan terhadap Falsafah

“Kami telah mengajukan berdasarkan kebutuhan jabatan namun yang disetujui hanya 18 posisi,” ungkapnya.

Sementara untuk memilih 18 pegawai dari 24 pegawai menurut Sukri bukan menjadi kewenangan BKD, akan tetapi berdasarkan pengajuan dari Kepala Inspektorat Provinsi Gorontalo.

“Untuk kriteria pemilihan 18 orang itu kami serahkan kepada pak Inspektur karena beliau sebagai pengguna”. kata Sukri.

Sementara itu Kepala Inspektorat Provinsi Gorontalo, Iswanta, melalui pesan aplikasi WhatsApp-nya menjelaskan, pejabat P2UPD yang dilantik berasal dari Pejabat Impassing (peralihan dari non pengawas) yang telah diseleksi Kemendagri dan memperoleh rekomendasi dari Kemenpan sesuai formasi yang tersedia.

“Memang tidak seluruh pegawai Inspektorat hasil seleksi dari Kemedagri disetujui Kemenpan karena belum adanya formasi di Inspektorat,” kata Iswanta.

Ditanya soal kriteria yang menjadi dasar Inspektorat dalam memilih 18 orang  dari 24 orang untuk dilantik terlebih dahulu, Iswanta tidak menjelaskan secara detil. Hanya saja menurutnya, ada dua esolon III dari dinas lain yang ikut Impasing meski belum 2 tahun di Inspektorat tapi justeru menempati rangking tertinggi dari Kemendagri dan mendapat rekomendasi dari Kemenpan.

Sejumlah kalangan menilai, jika kuota lebih sedikit dari jumlah pegawai yang telah mendapat sertifikat kelayakan dari Kemendagri maka harusnya dilakukan seleksi di internal Inspektorat dengan kriteria dan pembobotan yang jelas, dan dilakukan secara transparan. Hal itu penting untuk menghasilkan pilihan yang lebih objektif dan bukan hanya berdasarkan suka dan tidak suka.(*/luk)

Tags: GorontaloPemprov Gorontalo

Berita Terkait

Simulasi cegah stroke di RS Aloei Saboe, Kota Gorontalo.

Simulasi Penanganan Stroke Digelar di RS Aloei Saboe, Tekankan Kecepatan Deteksi Dini

Januari 29, 2026

Korupsi di Gorontalo, Sebuah Pengkhianatan terhadap Falsafah

Desember 30, 2025

Rektor UMGO Laporkan Ujaran ‘Seekor Kadim’, Ka Kuhu Kini Dikepung Dua Kasus

Desember 4, 2025

Evolusi 97 Tahun PNI, PDI, hingga PDI Perjuangan di Gorontalo

Gladi Pembukaan Berlangsung, Pencak Silat Wali Kota Gorontalo Cup Siap Dibuka Malam Ini

Hilang Kepercayaan, Investor Angkat Kaki dari Gorontalo, Rommy: Kesempatan Emas yang Terbuang

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version