Rabu, Agustus 19, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

PETI di Paguyaman: Penertiban Setengah Hati, Lahan Pabrik Gula Kian Rusak

by Lukman
Oktober 9, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Operasi penertiban PETI di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo oleh tim gabungan Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Polres Boalemo, Polsek Paguyaman dan TNI. Foto: Gorontalo Post.

Operasi penertiban PETI di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo oleh tim gabungan Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Polres Boalemo, Polsek Paguyaman dan TNI. Foto: Gorontalo Post.

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv – Operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Paguyaman, Boalemo, kembali digelar aparat gabungan. Ratusan lubang tambang ditutup, tenda-tenda dibongkar, dan peralatan diamankan. Namun ironisnya, kerusakan lingkungan dan lahan HGU milik PT Pabrik Gula Gorontalo justru semakin parah, sementara sejumlah titik tambang ilegal dibiarkan masih beroperasi.

Operasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Boalemo, AKP Pomil Montu, Selasa (7/10), awalnya menyasar Desa Batu Kramat. Pegunungan yang mestinya jadi sumber lateks pohon karet kini porak-poranda akibat galian lubang berdiameter satu meter. Dari bawah, kawasan itu bahkan lebih mirip pasar tenda ketimbang hutan produksi.

Barang bukti berupa terpal dan material batu ikut diamankan. Polisi memberi toleransi: penambang yang mau membongkar sendiri peralatan tak akan diganggu. “Kami imbau jangan lagi ada aktivitas sebelum ada izin resmi. Apalagi di wilayah HGU Pabrik Gula,” tegas AKP Pomil, dikutip mimoza.tv dari Gorontalo Post.

Namun, ironi segera terlihat. Saat operasi berlanjut ke Desa Saripi, sejumlah dompeng dan pipa dihancurkan. Tapi masih ada titik PETI lain—bahkan tepat di belakang kantor Pabrik Gula—yang sama sekali belum tersentuh. Sungai di sekitar lokasi pun tergerus abrasi akibat pengerukan liar.

Kondisi ini membuat publik menagih janji Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, yang sebelumnya berkomitmen menindak tegas pelaku PETI. Namun jawaban yang keluar masih klise: penertiban akan dilanjutkan setelah agenda rutin daerah usai.

Sementara itu, pihak PT Pabrik Gula Gorontalo menilai penertiban belum tuntas. Manager Public Relation, Marthen Turuallo, menegaskan kerusakan HGU akibat PETI sudah mengkhawatirkan.

“Kami apresiasi langkah aparat, tapi kami juga minta penindakan serius di semua titik. Ini bukan sekadar soal perusahaan, tapi ancaman lingkungan dan pemicu banjir jika musim hujan,” ujarnya.

Marthen bahkan mengaku pihaknya sudah menyerahkan nama-nama aktor yang diduga menjadi dalang PETI ke Polda Gorontalo. Ia berharap laporan itu tak sekadar numpang arsip, tapi benar-benar diproses secara hukum.

Penertiban yang berakhir setengah jalan ini justru menyisakan pertanyaan publik: apakah negara sungguh berani menutup keran PETI, atau sekadar menggembosi tenda tambang sementara dalangnya tetap bebas meraup keuntungan?

Penulis: Lukman.

Berita Terkait

Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana. Foto: Lukman/mimoza.tv.

BI: Hilirisasi Ayam Terintegrasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Gorontalo

Agustus 18, 2026

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Siswa SDN 95 Kota Utara Adu Hafalan Ayat Al-Qur’an

Agustus 18, 2026

Air Mata Orang Tua Pecah, Warga Binaan Lapas Gorontalo Dipercaya Kibarkan Merah Putih

Agustus 17, 2026

19 Narapidana di Gorontalo Langsung Bebas, 29 Terpidana Korupsi Dapat Remisi

Lusuhnya Bendera di Halaman Rumah Kita, Potret Cinta dan Harapan di Tengah Perayaan HUT RI ke-81

81 Tahun Merdeka, Bukan Sekadar Seremoni Tapi Kerja Nyata

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version