Gorontalo, mimoza.tv – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, jajaran pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo menggelar pengarahan dan penguatan kepada seluruh warga binaan, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah dalam lingkungan lapas tersebut dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Yarham Pantu. Agenda ini menjadi bagian dari langkah preventif sekaligus pembinaan, guna memastikan suasana Ramadan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dalam arahannya, Yarham menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum refleksi dan perbaikan diri.
“Keamanan dan ketertiban adalah kunci utama. Jika kondisi lapas aman dan kondusif, maka seluruh warga binaan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan kamar hunian dan blok masing-masing. Menurutnya, kebersihan bukan hanya soal kenyamanan, melainkan bagian dari kedisiplinan dan nilai spiritual yang selaras dengan semangat Ramadan. Kondisi fisik yang sehat, kata dia, menjadi faktor pendukung agar ibadah puasa dapat dijalankan secara optimal.
Selain aspek keamanan, Ka. KPLP juga mengingatkan warga binaan untuk aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disusun selama bulan suci, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, dan pembinaan kepribadian.
“Manfaatkan Ramadan ini sebagai sarana introspeksi diri. Ikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh, karena di sinilah kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Yarham turut mengajak seluruh warga binaan menjaga lisan, sikap, dan perilaku selama menjalankan ibadah puasa. Ia mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan emosi serta menjauhi perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Menjelang datangnya bulan suci, ia juga mengimbau agar warga binaan saling memaafkan atas kesalahan dan kekhilafan, sehingga Ramadan dijalani dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga binaan yang menyatakan komitmen menjaga situasi tetap aman. Jajaran pengamanan memastikan pengawasan dan pendampingan akan dilakukan secara humanis sepanjang Ramadan.
Upaya ini menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak berhenti pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh dimensi mental dan spiritual. Ramadan diharapkan menjadi ruang perenungan, sekaligus bagian dari proses pembentukan karakter sebelum warga binaan kembali ke tengah masyarakat.(rls/luk)



